Tanggapan Kadinkes Papua Tengah Terkait RS di Paniai
NABIRE - Beberapa hari lalu terjadi kasus yang bahkan sempat viral dan itu di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Paniai antara masyarakat dan aparat keamanan. Namun klarifikasi sudah dilakukan oleh pihak keamaan, maka dari itu awak media meminta tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dr. Silwanus Sumule, atas kasus tersebut.

NABIRE - Beberapa hari lalu terjadi kasus yang bahkan sempat viral dan itu di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Paniai antara masyarakat dan aparat keamanan. Namun klarifikasi sudah dilakukan oleh pihak keamaan, maka dari itu awak media meminta tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dr. Silwanus Sumule, atas kasus tersebut.
"Sudah mendapati tentang pelayanan kesehatan ada hal yang bisa saya komentari ada hal yang tidak boleh saya komentari. Saya mau berkomentar dari sisi tugas dan Tupoksi saya sebagai kepala dinas yang bertanggung jawab untuk kesehatan, bahwa betul ada pelayanan kesehatan yang terganggu di rumah sakit Paniai, sudah mendapatkan informasi dari teman-teman apa penyebabnya," terangnya.
Lanjutnya, dalam pelayanan kesehatan itu ada prinsip dasar yang harus kita pegang keselamatan pasien adalah hukum yang tertinggi, jadi apapun yang kita buat itu harus memastikan supaya pasien-pasien yang dilayani mendapatkan pelayanan yang terbaik.
Diluar itu, ada informasi yang beredar bahwa ada ketakutan petugas kesehatan. "Itu sudah saya sampaikan kita bicarakan dengan penanggung jawab dalam hal ini direktur. Dokter tolong dipastikan petugas-petugas kesehatan kita bisa melaksanakan tugas dengan baik, tetapi kami tidak bisa memaksa mereka," katanya.
Setiap dokter mempunyai panggilan yang berbeda-bed. "Jika terjadi sesuatu mereka akan bekerja tetapi ada juga yang mengatakan untuk saat ini kita belum siap, kami menghormati mereka punya keputusan," ungkap Silwanus.
Sumule mengatakan, pasien yang dipindahkan itu memang betul memang ada pasien-pasien yang dipindahkan. Prinsipnya yaitu keselamatan pasien adalah hukum yang tertinggi, kenapa dipindahkan ke rumah sakit Deiyai itu karena itu paling dekat dan rumah sakit itu mampu memberikan pelayanan, ada dokter speasialis di situ.
"Dan kami terus berkomunikasi dengan mereka dan hari ini layanan tetap jalan untuk memberikan pelayanan, saya memastikan pasien-pasien yang saat ini dirawat agar mendapatkan pelayanan yang baik, namun setelah itu tergantung pemerintah daerah memastikan bagaimana layanan itu bisa jalan. Pada prinsipnya kami siap menopang teman-teman di kabupaten terutama rumah sakit Nabire untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kita yang membutuhkan layanan," ungkapnya.
Dirinya meminta kepada pihak-pihak terkait ataupun yang sudah membantu dinas kesehatan agar bisa menjaga rumah sakit serta melibatkan pihak gereja, tokoh adat agar petugas-petugas mau bekerja di rumah sakit pedalaman Papua.
"Saya mohon dengan sungguh-sungguh dengan pihak adat, pihak gereja. Mari kalau bukan kita yang jaga rumah sakit terus siapa yang jaga, di Timika banyak rumah sakit, namun di Paniai itu satu-satunya untuk rumah sakit, jadi kami mohon betul-betul menjaganya," imbuhnya.(edi)
Bagikan artikel ini



