SUGAPA – Pelayanan kesehatan (Yankes) yang layak oleh petugas medis ternyata masih hal yang langka dan mahal di beberapa daerah di tanah air. Salah satunya dialami oleh warga masyarakat di perkampungan terisolir di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Di daerah ini hanya satu kali dalam setahun warga di perkampungan terpencil mendapatkan pelayanan kesehatan dan juga pengobatan. Hal ini terjadi karena tidak adanya akses jalan darat yang menghubungkan wilayah perkampungan terisolir dengan ibukota kabupaten.Untuk menjangkaunya, pemerintah Kabupaten Intan Jaya harus mengeluarkan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya melalui pelaksanaan program pengobatan terbang dan jalan kaki. Untuk menjalankan program ini, tansportasi helikopter disewa dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah dalam satu hari penerbangan. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri perbukitan hingga sampai perkampungan. “Tim pelayanan kesehatan terbang sudah ditugaskan di beberapa titik dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan. Ini adalah program yang kita sinkronisasikan dengan program pemerintah pusat yaitu program nusantara sehat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya, Zofianus Zonggonau, beberapa waktu lalu kepada media. (ros/ist)