NABIRE - Pelantikan delapan kepala suku bersama wakil kepala suku dan penghubung kepala suku di 8 Kabupaten pada wilayah Adat Meepago telah dilaksanakan dan berjalan lancar, pada Rabu (22/10), bertempat di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nabire yang terletak di Jalan Merdeka Nabire yang disaksikan sejumlah tamu undang.

Dalam arahan awal yang langsung disampaikan Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH mengatakan, tujuan pelantikan para kepala suku, wakil kepala suku dan para penghunung kepala suku antar kabupaten untuk memperkuat hubungan kemitraan antara lembaga adat, pemerintah dan TNI/Polri.

“Perlu kita catat bersama bahwa wilayah adat Meepago ini di dalamnya ada 3 wilayah adat, yakni Wilayah Adat Meepago itu sendiri, Wilayah Adat Domberai dan juga wilayah Adat Teluk Saireri, sehingga pada kegiatan pelantikan 8 kepala suku, wakil kepala suku dan penghubungan kepala suku juga saya selaku kepala suku melantik 2 kepala suku lagi, yakni kepala Suku Doberai dan Kepala Suku Teluk Saireri,” ujarnya.

Kegiatan pelantikan 8 kepala suku, wakil kepala suku dan penghubung kepala suku serta dua kepala suku wilayah adat Domberai dan Teluk Saireri ini langsung dipimpin Sekretaris Umum (Sekum) Wilayah Adat Meepago, Musa Kobogau dan disaksikan kepala suku besar wilayah adat Meepago dan juga tamu undangan lainnya.

Setelah pelantikan dilanjutkan dengan kegiatan sosialiasi yang di aksanakan dibekas terminal yang terletak di Jayanti Kelurahan Bumi Wonorejo. Di mana pada kegiatan tersebut Melkias Keiya mengatakan, sebagai kepala suku harus ciptakan rasa aman dan damai bagi seluruh masyarakat di masing-masing kabupaten maupun di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.

Karena sesuai dengan tema pelantikan 8 orang kepala suku dan wakil serta kepala suku penghubung, yakni ‘Menjaga Sinergitas bersama Masyarakat untuk Menciptakan Keadilan dan Kedamaian serta Mengawal Program Pembangunan yang diturunkan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten menuju Papua Tengah Bangkit’.

“Perlu kita ingat semua, jabatan kepala suku bukan jabatan seumur hidup, sehingga para kepala suku yang telah dilantik diharapkan kembali ke masing-masing kabupaten dan tolong bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat agar ada masalah bisa cepat diselesaikan Bersama,” imbuhnya.

Untuk itu, selaku kepala Suku besar Meepago mengingatkan kepada semua, bahwa pentingnya bangun komunikasi dan kepala suku itu mitranya dengan pemerintah dan TNI/Polri, sehingga jalin komunikasi yang baik dengan tetap mengedepankan nilai-nilai santun dan beretika demi masa depan Papua Tengah yang lebih baik.(des)