NABIRE - Dalam rangka Visitasi Studi Kelayakan Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Anigou Nabire yang bernaung dibawah payung hukum Yayasan Harapan Nusantara Doutiu Papua, maka pada Senin (30/11) tiga orang staf Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat kunjungi Nabire.

Ketiga orang staf LLDikti wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang mengunjungi Nabire itu masing-masing, Heru Sukoco, M.Pd selaku ketua tim (yang memimpin rombongan), Eko Yun Susilo, MM selaku Kasubag Kelembagaan dan Ahmad Amiruddin Nasir, S.Kom selaku analisis kelembagaan.

Dalam sambutan Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Yosafat Nawipa, S.Pd mengatakan, visitasi dan studi kelayakan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Anigou Nabire merupakan langkah awal dalamm proses pemberian izin operasional pendirian perguruan tinggi swasta.

Rencana pendirian PTS Stikes Anigou Nabire merupakan pilihan yang sangat tepat, karena Nabire merupakan kabupaten yang memiliki banyak kabupaten penyangga di wilayah Meepago, tetapi juga beberapa kabupaten di Teluk Saireri dan juga beberapa kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Barat.

Untuk itu, Stikes Anigou dapat diharapkan menjadi sarana yang dapat mempermudah layanan dan jangkauan pendidikan bagi masyarakat yang telah lama mendambahkan pendidikan tinggi sebagai wujud pemerataan memperoleh pendidikan.

Sementara kita telah ketahui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dengan komitmen untuk mengamendemen UUD 1945 dan membuat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional.

Sehingga diharapkan dengan pendirian Stikes Anigou Nabire mampu secara profesi memenuhi standar nasional tentang kualifikasi minimal tenaga kesehatan yang handal di wilayah adat Meepago, juga di Provinsi Papua.

Untuk itu, diharapkan jika Stikes Anigou membuka program S-1 Keperawatan pada tahun akademik 2021/2022, dengan jumlah mahasiswa/mahasiswi sebanyak 40 orang, maka Stikes Anigou akan meluluskan 40 mahasiswa tenaga kesehatan pada tahun 2025 atau di tahun 2026 mendatang yang siap bekerja dalam bidang kesehatan masyarakat.

Dan hingga saat ini Stikes Anogou Nabire telah memiliki 7 orang dosen tetap yang berlatar belakang pendidikan kesehatan dan dua orang tenaga adnimitrator dan apabila SK pendirian diberikan, maka untuk sementara perkuliahan dapat menggunakan gedung SMK Kesehatan Anigou Nabire.(des)