SPP Protes Hasil Verifikasi Calon MRP
NABIRE – Solidaritas Perempuan Papua (SPP) merasa keberatan dengan hasil verifikasi calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, yang diumumkan Pansel di halaman Kantor Kesbangpol Kabupaten Nabire, Jumat (19/05/23).

NABIRE – Solidaritas Perempuan Papua (SPP) merasa keberatan dengan hasil verifikasi calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, yang diumumkan Pansel di halaman Kantor Kesbangpol Kabupaten Nabire, Jumat (19/05/23).
Para kaum perempuan yang mendaftar sebagai calon anggota MRP merasa dirugikan. Mereka menilai Pansel tidak bekerja sesuai aturan maupun Pergub. Sehingga SPP ingin bertanya kepada pihak Pansel ada apa dan mengapa Pansel keluar dari aturan yang sudah dibuat ?
Dikatakan Natalia Kobogau dari SPP wilayah Meepago, Pansel MRP harus jujur karena sesuai perkembangan yang diikuti dari awal buka pendaftaran
tanggal 27 April sampai tutup pendaftaran tanggal 13 Mei, terlihat aman terus. Kenapa di akhir-akhir ini ada kejanggalan dan sampai mau dilihat kembali waktu yang sudah ditentukan molor atau keluar dari jadwal yang sudah ditentukan.
Ditambahkan Ancelina Pekei, dirinya sangat kecewa dengan hasil verifikasi yang diumumkan oleh pihak Pansel. Dirinya juga menambahkan bahwa Pansel dinilai tidak jujur dalam semua ini.
“Kalau dari awal Pansel sudah buat salah maka seterusnya akan salah. Pansel kalau tidak jujur begini alangkah lebih baik Pansel tiadakan MRP saja biar jangan ada yang jadi MRP. Karena percuma kalian Pansel yang dipercayakan untuk seleksi, malah tidak jujur untuk kami para calon. Kami minta Pansel kalau bisa bagi sama rata, jangan satu duduk makan di atas meja makan dan yang satu duduk di lantai baru makan,” ujarnya.
SPP yang mersaa dirugikan oleh Pansel MRP berharap kepada Pj. Gubernur Papua Tengah agar mengecek Pansel dan aturan Pergub yang berlaku. Sehingga tidak ada dusta di atas tanah ini. (rob)
Bagikan artikel ini



