NABIRE - Inklusi adalah sebuah pendekatan atau filosofi yang bertujuan untuk memastikan setiap individu tanpa memandang latar belakang, kondisi fisik, mental atau karakteristik lainnya. Selain itu, merasa diterima, dihargai, didukung dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi penuh dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. 

Dikatakan Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Maria Yetti Saputri Kapitarauw, S.Sos.,MM.AWP, dalam pemaparannya kepada Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), konsep inklusi bisa diterapkan di berbagai bidang, seperti pendidikan inklusi yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak reguler di sekolah umum, dengan dukungan dan adaptasi yang diperlukan.

"Inklusi sosial untuk memastikan semua kelompok masyarakat (misalnya, suku minoritas, penyandang disabilitas, kelompok LGBTQ+, Lansia) dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial, budaya dan politik," ujar Maria dalam pemaparannya disosialisasi pelatihan guru PAUD dan TK, bertempat di TK Nurimanis, Rabu-Kamis (4-5/6/2025).

"Inklusi ekonomi memastikan semua orang memiliki akses ke kesempatan ekonomi, seperti pekerjaan, pinjaman atau layanan keuangan. Inklusi digital memastikan semua orang memiliki akses dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital," ucapnya.

Maria Yetti Saputri menambahkan, untuk strategi pembelajaran dan modifikasi kurikulum terdapat 3 pembelajaran, diantaranya adaptasi lingkungan belajar, modifikasi kurikulum dan pembelajaran individual, strategi pengajaran spesifik.

Dimana, untuk adaptasi lingkungan belajar, terdapat beberapa poin, seperti penataan ruang kelas yang inklusif, menciptakan rutinitas dan struktur, pengelolaan perilaku positif.

"Sedangkan untuk modifikasi kurikulum dan pembelajaran individual, mempunyai Kkurikulum fleksibel, Individualized Education Program (IEP) / Program Pendidikan Individual (PPI), diferensiasi pembelajaran, konten, proses, produk dan penggunaan alat bantu ajar," kata Maria. 

Lanjutinya, lalu untuk strategi pengajaran spesifik, terbagi menjadi 4 poin, seperti visual supports atau jadwal visual, isyarat visual, papan komunikasi, teknik pengajaran langsung, pembelajaran kooperatif atau mendorong interaksi antar anak. Peer Tutoring dalam hal ini memanfaatkan teman sebaya untuk membantu.(edi)