NABIRE - Soal mengakomodir semua mahasiswa yang mengikuti program Siswa Unggul Papua (SUP) dari Provinsi Papua Tengah yang kini sedang menimbah ilmu di sejumlah kota studi yang ada di luar Papua maupun di luar negeri, Selasa (13/08/2024), beberapa perwakilan Orang Tua (Ortu) mahasiswa langsung menemui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Papua Tengah (PPT), Rita Dessy Fausiah Ananda, ST di ruang kerjanya.


Pada pertemuan tersebut koordinator perwakilan Ortu Mahasiswa Program SUP, Zakeus Petege mengatakan, diharapkan semua mahasiswa yang telah divalidasi datanya harus ditanggung biaya pendidikan atau studi oleh Pemprov Papua Tengah melalui Disdikbud Papua Tengah.


"Karena kami mendengar dan mendapatkan kabar baru ini ada muncul nama-nama mahasiswa sebanyak 212, sementara ada 17 mahasswa yang namanya sudah ada dan antrian, sehingga diharapkan dinas pendidikan mengakomodir 17 mahasiswa tersebut jadi korban," ujarnya.


Sementara itu, Plt Kadisdikbud PPT, Rita Dessy Fausiah Ananda menjelaskan, semua data yang ada akan kembali dicek secara seksama berdasarkan Surat Keputusan (SK) agar menjadi dasar yang kuat. Untuk itu, semua akan diverifikasi dengan baik agar anak-anak tidak menjadi korban.


Dan ke depan jika ada masalah soal data para mahasiswa maupun keterlambatan pembayaran biaya studi, diharapkan kepada orang tua agar dikoordinasikan secara langsung dengan pihak dinas agar dicarikan solusi.


Untuk itu, apa yang telah disampaikan oleh perwakilan orang tua mahasiswa selaku Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah telah memahami.


"Semua data para mahasiswa yang telah masuk dalam program SUP akan dicek untuk dipastikan asalkan semua syarat telah dipenuhi, karena kami ingin berlakukan aturan yang benar, sehingga biarkan kami bekerja dulu dan jika ada anak-anak yang tidak terakomodir diharapkan tanyakan ke dinas agar semuanya jelas," tutup Dessy.(des)