SMK Anak Panah Nabire Perkuat Kompetensi Digital Siswa Melalui Program Unggulan IT

NABIRE - SMK Kristen Anak Panah Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Nabire terus berinovasi dalam mencetak generasi muda Papua yang melek teknologi. Melalui program unggulan yang berfokus pada penguasaan komputer secara mendalam, sekolah ini berkomitmen memberikan bekal keterampilan praktis bagi para siswanya agar mampu bersaing di era digital.
Sebagai sekolah yang bergerak khusus di bidang Teknologi Informasi (TI), SMK Anak Panah mengandalkan dua jurusan utama, yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang sebelumnya dikenal sebagai multimedia. Kedua jurusan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri kreatif dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.
Kepala SMKS Kristen Anak Panah Kabupaten Nabire, Chrestian Wawoh, S.Kom., M.T, menjelaskan mayoritas peserta didik mereka merupakan anak-anak asli Papua (OAP).
Dari total 126 siswa, sebanyak 118 di antaranya berasal dari berbagai latar belakang geografis di Papua, mulai dari wilayah pegunungan, lembah hingga pesisir pantai dan kepulauan, sementara hanya 8 siswa yang merupakan non-OAP.
Program unggulan ini menitikberatkan pada pemanfaatan komputer secara maksimal di setiap kelas. Harapannya, setiap siswa memiliki kompetensi tinggi dan menjadi ahli dalam mengoperasikan berbagai aplikasi yang relevan dengan jurusan masing-masing, sehingga hambatan geografis asal mereka tidak menjadi penghalang untuk menguasai teknologi.
Pada jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), fokus utama pengembangan kompetensi siswa adalah pada pembuatan aplikasi. Siswa dilatih untuk memahami logika pemrograman dan membangun perangkat lunak yang solutif, sebuah keterampilan yang sangat dicari dalam dunia kerja modern.
Sementara itu, jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) atau multimedia lebih mengarah pada aspek kreatif. Di sini, para siswa diasah kemampuannya dalam desain grafis, desain kemasan, desain produk hingga seni fotografi. Fokusnya adalah menghasilkan karya visual yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual tinggi.
Kepala SMKS Kristen Anak Panah menegaskan program ini bersifat inklusif tanpa membeda-bedakan latar belakang siswa. Baik siswa OAP maupun non-OAP mendapatkan fasilitas dan kualitas pengajaran yang sama demi pemerataan kualitas pendidikan keterampilan di Kabupaten Nabire.
Tujuan akhir dari penguatan keterampilan individual ini adalah agar setiap lulusan SMK Anak Panah memiliki ‘kekuatan pribadi’ yang tangguh. Dengan kompetensi yang mumpuni, para lulusan diharapkan mampu berdiri sejajar dan bersaing secara kompetitif dengan lulusan dari sekolah-sekolah lain di bidang yang sama.
"Kami ingin anak-anak kami, dari mana pun asal mereka, memiliki keahlian yang nyata di bidang IT. Dengan penguatan ini, mereka akan siap masuk ke dunia kerja atau berwirausaha dengan rasa percaya diri," ujar Kepala SMKS Kristen Anak Panah saat ditemui oleh Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Senin (02/02/2026).(sam)
Bagikan artikel ini



