NABIRE - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dikelolah Yayasan Arminiah Papua menerapkan pola belajar dari rumah.

Sekolah menyediakan paket pembelajaran untuk diasuh orang tuanya.

Pendidikan bagi anak-anak dengan kekhususan (siswa SLB) mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas (SMA), sudah mulai belajar di rumah.

Sudah satu minggu mereka belajar di rumah.

Ketua Yayasan Arminiah Papua, Yosafat Nawipa saat dihubungi, Minggu (2/8) malam mengatakan, sudah seminggu, peserta didik di SLB sudah mulai belajar di rumah, yayasan sudah membuka kegiatan pembelajaran bagi siswa SLB, se pekan lalu.

Menurutnya, pembukaan pembelajaran siswa SLB Arminiah Papua ditandai dengan penyerahan paket materi kepada orang tua di sekolah.

Penyerahan modul tersebut sebagai panduan bagi orang tua siswa SLB untuk memandu anaknya belajar di rumah.

Yosafat menjelaskan, anak-anak sudah mulai terima pelajaran, tetapi mereka belajar di rumah, tidak di kelas seperti biasanya.

Siswa belajar di rumah diasuh orang tua masing-masing peserta didik.

Sekolah sudah menyerahkan paket pembelajaran kepada orang tua sebagai panduan untuk mengajar dengan kekhususan di rumah.

Nawipa menambahkan, sementara ini yayasan menerapkan pola belajar di rumah dengan menggunakan modul yang disiapkan dari sekolah, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

Sebab, SLB termasuk SLB Armaniah Papua bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di provinsi tertimur ini ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

Akibat dari urusan SLB ditangani Dinas Pendidikan Provinsi, nasib guru SLB yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

Menyinggung siswa baru, Nawipa mengatakan, tahun ini hanya ada dua orang siswa untuk SMP.

Sedangkan untuk tingkat SMA, tidak ada siswa baru. (ans)