NABIRE- Bertempat di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distankeb) Kabupaten  Nabire, pada hari Kamis kemarin menggelar Rapat Kerja Teknis (RKT) dalam rangka  mensingkronkan program kegiatan tahunan pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan tahun 2015, dalam berbagai upaya, strategi serta lewat peningkatan koordinasi, keterpaduan dan kerja sama yang harmonis diantara instansi terkait.    Kegiatan rapat kerja teknis ini dibuka Sekda Nabire, Drs. Johny Pasande ditandai dengan pemukulan tifa. Hadir pada kesempatan tersebut Dandim 1705 Paniai, Asisten II Setda Ir. Sukadi , Kepala Bappeda Kabupaten Nabire, staf asistensi Bappeda, Kepala Dinas, Badan, instansi terkait, kepala BPP/PPL/THL, kepala distributor pupuk serta para staf dinas terkait. Sekda Johny dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan langka maju untuk program kerja Distankeb Nabire tahun 2015 guna mensingkronkan program kegiatan diharapkan dukungan dari stakeholder untuk dapat bersinergi menjadi satu kesatuan yang saling memperkuat untuk memberikan koordinasi, konsultasi dan komunikasi bersama serta pemantapan ketahanan pangan untuk peningkatan nilai produk pertanian bagi peningkatan kesejahteraan petani. “Salah satu upaya untuk meningkatkan kwalitas  sumber daya manusia  pertanian terutama para petani di lapangan melalui proses pembelajaran bersama antara penyuluh dan petani,” katanya. Tambahnya, mengingat pentingnya penyuluhan pertanian dalam meningkatkan produktifitas, efisiensi usaha dan pendapatan petani, maka saya berharap para penyuluh sekalian dapat mengikuti kegiatan pertemuan teknis penyuluh ini dengan baik, sehingga masyarakat dapat merasakan  hasil yang lebih optimal di lapangan. Oleh sebab itu, rapat kerja teknis Distankeb Nabire mendata nota kesepahaman bersama antara TNI Angkatan Darat dalam hal Kodim 1705/Paniai untuk meningkatkan swasembada pangan di lapangan agar hasil yang optimal dalam rangka mewujudkan masyarakat Nabire yang lebih berkeadilan, sejahtera makmur dan mandiri. “Melalui pertemuan teknis ini, saya sangat mengharapkan peran dan fungsi para penyuluh lebih dioptimalkan dalam mengorganisir kelembagaan petani,  meningkatkan hasil produksi, mengakses informasi yang baik kepada masyarakat agar  mengakses pemanfaatan permodalan usaha dapat tepat guna,” ajaknya. Kesempatan yang sama Dandim 1705/Paniai  Frans  Y. Purba  menyampaikan  tanda tangani MoU dan kesepahaman antara TNI dan dinas terkait dalam rangka peningkatan swasembada pangan hal ini sebelumnya sudah disepakati oleh Menteri Pertanian dan Perkebunan di Jakarta, karena  ini program  kerja nasional  Presiden. Kami di Papua khususnya wilayah nabire,  segera melaksanakan upaya-upaya secara nyata dilapangan terutama Kabupaten Nabire, untuk meningkatkan swasembada pangan yang terdiri dari padi, kedelei,yang disampaikan oleh kegiatan tadi. “Dalam upaya peningkatan  selain untuk menyiapkan swasembada pangan di lapangan dalam  meningkatkan padi untuk sarana prasarana lain seperti alat pertanian, irigasi, dan penyiapan tim pendamping dari Babinsa, tim penyuruh  lapangan dari  dinas terkait, serta  para kelompok-kelompok tani itu. Sehingga sinergis dan satu suara dan  satu tekad untuk meningkatkan hasil swasembada Kabupaten Nabire,” jelasnya. Tambah Dandim, tahun ini kita berupaya dengan penandatangan nota kesepahaman tersebut, kegiatan pertanian Nabire naik dan meningkat menjadi 15 %  yaitu 4,5 ton dalam satu hektarnya. “Kita berharap kedepannya khususnya Kabupaten Nabire tidak perlu impor dari kabupaten atau provinsi lain. Namun kalau bisa malah memberikan subsidi bagi kabupaten lain. Itu harapan kita terutama masyarakat Kabupaten Nabire cukup akan beras,” harap Dandim Frans. Sementara itu, Kadistankeb Nabire Victor Sawor,  ST.,M. Si, menambahkan tadi kita telah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak Kodim 1705/Paniai dan selanjutnya ditindak lanjuti dengan penandatanganan kerja sama, dimana secara teknis dinas pertanian akan melakukan hal-hal  teknis, dalam mengawal kegiatan-kegiatan dimaksud. “Dalam rangka peningkatan produksi padi dan kedelei serta upaya swasembada pangan beberapa hal teknis, yang kita laksanakan dalam upaya ini untuk perbaikan irigasi yang dilaksanakan pada tahun 2015. Daerah irigasi akan diperbaikan nanti adalah tempat daerah irigasi di Kalibumi SP 1,  Bumi Raya dan faktor-faktor lain yang penunjang seperti pupuk dan bibit benih pun akan disediakan secara teknis,” terang Viktor.(modes)