Simapitowa Fc Juara Festival Bintang Timur U 17
NABIRE – Simapitowa FC keluar sebagai juara pertama pada Festival Sepakbola Bintang Timur U 17 (usia 17 tahun), setelah menang imbang dengan Sapta Marga Serui FC di Lapangan Kodim 1705 Nabire pada Selasa (8/2). Sementara, PS Morgo puas dengan peringkat 4.
NABIRE – Simapitowa FC keluar sebagai juara pertama pada Festival Sepakbola Bintang Timur U 17 (usia 17 tahun), setelah menang imbang dengan Sapta Marga Serui FC di Lapangan Kodim 1705 Nabire pada Selasa (8/2). Sementara, PS Morgo puas dengan peringkat 4.
Sekalipun bermain imbang dengan Sapta Marga Serui FC, dengan torehan nilai 1-1, Simapitowa menduduki peringkat pertama karena Sapta Marga Serui meninggalkan lapangan setelah gawangnya dibobol Simapitowa dengan berdali, penjaga gawang diserang penonton.
Pertandingan Selasa (8/2) sore kemarin, panitia menggelar perebutan peringkat ketiga dan empat dengan mempertandingkan antara Ambay United dan PS Morgo. Pertandingan untuk perebutan posisi empat dan tiga dimenangkan Ambay United setalah unggul 2-0 dengan PS Morgo. Dari dua gol Ambay United, satu gol merupakan gol bunuh diri pemain PS Morgo ke gawangnya.
Sedangkan perebutan posisi bergengsi, juara pertama dan kedua, Festival Sepakbola Bintang Timur U 17 yang dihelat di lapangan Sapta Marga Nabire, pertandingan antara PS Simapitowa dan Sapta Marga Serui dipimpin wasit Gad Tekege. Pada babak pertama, kedua kesebelasan menampilkan permainan dengan tempo tinggi, walaupun turun minum dengan nilai kaca mata (0 – 0). Memasuki babak kedua, belum 10 menit usai turun minum, Sapta Marga Serui memecahkan kaca mata dengan mencetak gol ke gawang Simapitowa, memanfaat kemelut di depan gawang.
Selang beberapa menit kemudian, Simapitowa balas menggetarkan gawang Sapta Marga Serui dari sisi kanan gawang. Gol tersebut seakan menghadirkan laupan kegembiraan penonton sehingga penonton lari masuk ke lapangan. Akibat luapan itupula, penonton di belakang gawang Sapta Marga Serui hambur masuk di daerah pertahanan.
Akibat luapan kegembiraan penonton, pemain Sapta Marga Serui meninggalkan lapangan pertandingan dengan alasan penjaga gawang dipikul penonton. Sapta Marga Serui tidak mau keluar dari tempat duduknya pemain cadangan Sapta Marga Serui sehingga pertandingan tidak dilanjutkan.
Ketua Festival Sepakbola Bintang Timur U 17, Kasim Kareyau sebelum menutup fetival mengatakan, ini hanya sebatas festival untuk mencari bibit-bibit usia 17 tahun untuk menghadapi turnamen atau kompetisi yang nanti akan di daerah ini. Karena itu, pengalaman tadi hendaknya tidak terulang lagi pada event-event mendatang.
Wakil dari Pengurus Daerah (Pengda) PPSI Koni Kabupaten Nabire, Beni Erari mengungkap, selama ini Pengda PSSI tidak aktif. Pengda PSSI Nabire baru diaktifkan sejak awal Februari 2022 sehingga selama ini tidak ada kompetisi dan turnamen sepakbola di daerah ini. Oleh karena itu, dengan diaktifkannya Pengda PPSI Koni Nabire diharapkan akan ada kompetisi dan turnamen sepakbola di daerah ini pada masa-masa depan sehingga bisa mencari bibit pesepakbola bisa keluar bermain di luar, tidak hanya di Papua tetapi juga ke luar Papua. (ans)
Bagikan artikel ini



