Oleh : Antiw Taradanam


DNA Najwa Sihab Ternyata Bukan Hanya Arab. Ini judul berita framing. DNA Arab Najwa Sihab Ternyata Hanya 3,38 Persen. Ini judul apa adanya, yang mencerminkan nilai atau isi berita.

Jurnalis Najwa Shihab memiliki 10 fragmen DNA yang berasal dari 10 moyang berbeda menurut hasil riset Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli yang dilakukan oleh majalah sejarah daring Historia. Dan mayoritas DNA Najwa dari Asia Selatan. Yakni mencapai 48,5 persen. Walaupun bapak dan ibunya kabib dan karipah.

Menurut hasil riset, Najwa memiliki fragmen DNA dari moyang yang berasal dari Afrika Utara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Selatan, Afrika, Eropa Utara, diaspora Asia, diaspora Afrika, dan diaspora Eropa. Dan sedikit sekalian gen Arabnya, yakni tidak sampai.

"Najwa punya gen Asia Selatan dari daerah India, Pakistan, Bangladesh paling besar. Kemudian dia punya gen Afrika Utara, dan ada Eropanya," kata ahli genetika dari Lembaga Eijkman Prof Herawati Sudoyo, yang terlibat dalam riset itu, di sela pameran "ASOI: Asal Usul Orang Indonesia" di Museum Nasional, Jakarta, Selasa.

Menurut hasil riset DNA, di dalam tubuh Najwa antara lain ada 48,54 persen gen dari Asia Selatan (India, Bangladesh,Tamil, Nepal) dan 26,81 persen gen dari Afrika Utara (Afrika Utara-Spanyol, Alegrian, Maroko, Berbes).

Selain itu, Najwa punya 6,06 persen gen dari Afrika (Mozambik); 4,19 persen gen Asia Timur (Tiongkok); 4,15 persen gen dari diaspora Afrika; 3,48 persen gen dari Timur Tengah (Arab); 2,20 persen gen dari Eropa Selatan (Portugis); 1,91 persen gen dari Eropa Utara (Dorset); 1,43 persen gen dari diaspora Asia (Asia-Amerika); dan 1,22 persen gen dari diaspora Eropa (Puerto Rico).

Hera mengatakan bahwa DNA bisa bercerita banyak tentang leluhur kita. DNA dapat memberikan data ilmiah soal komposisi ras, nenek moyang, hingga lini masa kehadiran ras.

Penelusuran DNA dalam proyek Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli yang dilakukan oleh Historia mencakup uji sampel liur dari langit-langit mulut, belakang lidah, dan pinggiran gusi. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium EasyDNA di Australia untuk diperiksa dan hasilnya didapat setelah tiga minggu pengujian.

Najwa dalam artikel yang disiarkan majalah sejarah daring Historia mengatakan bahwa jika dilihat dari garis keturunan ayahnya, ulama Quraish Shihab, maka dia memiliki keturunan Arab secara langsung.

Kakek Najwa, Habib Abdurrahman Shihab, adalah putra seorang juru dakwah dan tokoh pendidikan kelahiran Hadramaut, Yaman, bernama Habib Ali bin Abdurrahman Shihab yang hijrah ke Batavia.

Tak hanya dari ayah, menurut Najwa, garis Arab juga ada pada ibunya. Namun setelah dilakukan penelusuran DNA, gen Arab di tubuh Najwa ternyata hanya 3,48 persen saja. Seperti kisah Dewi Sinta yang keluar dari Lingkaran Lesmana, Najwa offside. Dia bandel dengan ikut test DNA, maka munculah data seperti diatas. Bahwa darah Arabnya hanya tiga koma saja. Jauh dari kesan selama ini yang dicitrakan sebagai keturunan Nabi Muhamad. Maka Rahwana pun menculiknya.

Itulah fenomenal biologi yang ada pada tubuh manusia, yang mana pola keteraturan DNA telah menjadi disiplin ilmu tersendiri yakni ilmu genetika. Fenomena ini hampir mirip dengan yang ada pada fenomena sidik jari, dimana setiap manusia punya sidik jari sendiri secara khusus yang tidak sama dengan manusia lain sekalipun  dengan saudara kembarnya sendiri.

 Sebelum William James Herschel tahun 1858 mempraktikkan identifikasi orang India karena pemberontakan Sepoy, manusia sudah banyak yang secara teori mengetahui kekhususan Didik Jari. Bahkan Alquran mengabaikan fenomena sidik jari itu dalam ayat 4 surat Alqiyamah : Artinya: Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

Fenomen genetika bahkan lebih dahsyat dari sidik Jari. Dia dapat melacak idetitas manusia yang ternyata tersimpan dalam suatu molekul bernama Asam Deoksiribonukleat. DNA singkatan dari Deoxyribo Nucleic Acid. Merupakan molekul yang memuat seluruh informasi genetik yang dibutuhkan oleh semua organisme dalam siklus hidupnya. Jadi bukan manusia atau binatang saja yang punya DNA. Tapi menyangkut seluruh jasad renik (dabah) yang punya putaran kehidupan. Jadi Klan Ba'Alawu sah punya DNA karena mereka juga organisme seperti makhluk hidup lain. Bukan kok haram test DNA. Penumpang Lion Air yang jatuh di perairan Jakarta, tubuh nya hancur baru bisa dikenali lewat test DNA, disamping tanda-tanda lain. Ini keniscayaan ilmu pengetahuan atau sains.

Sementara haplogroup G tersebar di berbagai wilayah di dunia seperti Kaukasus, Eropa, Asia Selatan, dan Asia Tengah dan Kaukasus. Haplogroup G paling umum di Kaukasus, dengan frekuensi lebih dari 70% pada pria khususnya etnis Ossetia Utara. Di Ossetia Utara, klade G2a yang paling umum adalah G-L293, yang mencapai 64% populasi Eropa.

Haplogroup G ditemukan di hampir semua negara Eropa, tetapi paling umum di Gagauzia, Rumania tenggara, Yunani, Italia, Spanyol, Portugal, Tyrol, dan Bohemia. Di Eropa, haplogroup G jarang ditemukan di Kepulauan Inggris, Skandinavia, dan negara-negara Baltik Asia Selatan.

Haplogroup G ditemukan pada tingkat 10% hingga 20% di antara orang Iran, Pashtun (etnis Afghanistan), dan Kalash. Haplogroup G juga ditemukan pada persentase yang lebih rendah di antara beberapa populasi lain di Pakistan, India, dan Sri Lanka.

Kini tersingkaplah misteri yang selama ini gelap dan menipu bangsa Indonesia bahwa mereka keturunan Nabi Muhamad. Hati mereka busuk penuh kesombongan iblis. Mereka mengistilahkan orang Pribumi dengan sebutan Ahwal (orang biasa/ordinary people) dan julukan lebih tinggi untuk mereka kabib. Sejak awal mereka didatangkan Belanda. Masalahnya Belanda pulang tapi tidak ngajak mereka. Mereka tinggal di Indonesia terus bikin masalah dari waktu ke waktu. Termasuk peristiwa PKI Madiun tahun 1948 dan G30S PKI tahun 1945.

Mempercayai mereka sebagai keturunan Nabi Muhamad setelah fakta sains terkuak terang benderang begini, akan menjadi racun mematikan dalam keimanan dan keislaman kita yang jalan lurus. Bukan sekedar anjing Belanda yang tuan mereka lupa membawa ikut serta ke kapal ketika pulang ke Negeri Kincir Angin. Dan Indonesia terus dibikin masuk angin gara-gara mereka.