NABIRE – Dipastikan pada pekan ini jumlah kandidat atau bakal pasangan calon yang diusung dari gabungan partai politik, yang akan mendaftar ke KPU Nabire, akan diketahui.

Dari data yang dihimpun media ini dari berbagai sumber, kemungkinan besar bakal pasangan calon usungan gabungan partai politik yang akan mendaftar lebih dari satu pasang.

Pilkada Kabupaten Nabire berpeluang besar diikuti oleh tidak hanya satu pasangan calon.

Kemungkinan besar tidak akan terjadi satu pasangan calon melawan kotak kosong.

Siapa bakal pasangan calon yang berpeluang akan mendaftarkan diri ke KPU Nabire, ada beberapa bakal pasangan calon yang sudah ramai menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Juga didukung dengan data-data lisan maupun tertulis yang bersumber dari sejumlah bakal pasangan calon tersebut.

Namun tentu informasi ini belumlah final, sampai pada saatnya nanti bakal pasangan calon mendaftarkan diri ke KPU Nabire.

Sebagai informasi awal yang finalnya masih menunggu pendaftaran di KPU Nabire, ada sejumlah bakal pasangan calon yang sepertinya punya peluang untuk maju di Pilkada Nabire melalui jalur partai politik.

Seperti misalnya, Mesak Magai, S.Sos M.Si dan Ismail Djamaludin yang mengklaim akan maju menggunakan PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

PDI Perjuangan memiliki 3 kursi di DPRD Nabire sementara PPP memiliki 2 kursi. Artinya, jika bakal pasangan calon ini benar-benar mendapatkan “restu” dari kedua partai politik pengusung ini, sudah memenuhi syarat minimal dukungan partai politik yakni 5 kursi.

Pasangan calon lain yang digadang-gadang juga akan maju pada Pilkada Nabire 2020 ini adalah Yufinia Mote, S.SIT dan H. Muhammad Darwis.

Data yang dikeluarkan pihak mereka, ada 6 partai politik yang diklaim akan mengusung pasangan ini.

Dalam satu surat dari tim pasangan ini tertulis 6 partai pengusung ini masing-masing PKB, PKS, PAN, PSI, Perindo, dan Garuda.

Jika memang keenam partai politik itu memberikan “restu” untuk mengusung pasangan ini, tentu syarat minimal dukungan kursi terpenuhi bahkan lebih.

Karena dari keenam partai politik itu jika ditotalkan mencapai 10 kursi, dengan rincian PKB sebanyak 4 kursi, PKS 1 kursi, PAN 2 kursi, PSI 1 kursi, Perindo 1 kursi, dan Garuda 1 kursi.

Bakal calon lainnya yang mengklaim sudah mendapatkan dukungan bahkan telah mengantongi B1-KWK Parpol adalah Drs. F. X. Mote, M.Si.

Beberapa hari lalu dirinya mengaku telah mendapatkan “restu” berupa B1-KWK Parpol dari Partai Golkar yang nota bene memiliki 3 kursi di DPRD Nabire.

Artinya, jika bakal calon ini baru mengantongi dukungan dari Partai Golkar, berarti masih harus ada tambahan dukungan dari partai politik lain untuk memenuhi syarat dukungan.

Calon lainnya yang juga sempat mengklaim telah mendapatkan rekomendasi dari partai pendukung adalah Natalis Degei berpasangan dengan Tabroni M. Cahya.

Beberapa waktu lalu sempat tersiar di media sosial dan media massa lainya jika pasangan ini telah mendapatkan surat rekomendasi dari Partai Demokrat.

Diketahui jika Partai Demokrat memiliki 2 kursi di DPRD Nabire.

Artinya, jika memang baru partai ini yang memberikan dukungan, otomatis pasangan ini juga masih harus mencari tambahan dukungan dari partai lain.

Selain nama-nama figure yang sering muncul di sejumlah grup media sosial, masih ada juga sejumlah nama lain yang digadang-gadang akan maju juga di Pilkada Nabire.

Hanya saja sejauh ini belum ada informasi terkait dukungan dari partai politik mana saja.

Hasil ini memang belum final, masih menunggu pendaftaran resmi ke KPU Nabire.

Namun setidaknya sebagai gambaran awal, dari 13 partai politik yang memiliki kursi di DPRD Nabire, sudah ada 10 partai politik yang diklaim sejumlah bakal pasangan calon.

Sementara 3 partai politik lain Partai Berkarya yang memiliki 2 kursi, PKPI 2 kursi dan Partai Nasdem 1, media ini belum mendapat bocoran akan mendukung pasangan calon yang mana.

Jawaban pasti akan didapat saat pendaftaran di KPU Nabire dibuka. (ros)