Sentuhan Humanis Saat Satgas Damai Cartenz Menyusuri Muara dan Berbagi Kebahagiaan
Komitmen menjaga keamanan tidak melulu soal senjata dan penjagaan ketat. Di balik seragam tegas mereka, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya membuktikannya lewat sebuah aksi humanis yang menyentuh hati warga di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (31/8/2026).

PUNCAK JAYA – Komitmen menjaga keamanan tidak melulu soal senjata dan penjagaan ketat. Di balik seragam tegas mereka, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya membuktikannya lewat sebuah aksi humanis yang menyentuh hati warga di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (31/8/2026).
Dengan berjalan kaki, para personel menyusuri jalanan dari Kulirik hingga masuk ke jantung permukiman di Distrik Muara. Langkah kaki mereka bukan sekadar patroli keamanan biasa, melainkan sebuah misi untuk merajut kedekatan dan mendengar langsung denyut nadi kehidupan masyarakat setempat.
Sepanjang rute patroli, suasana kaku seketika mencair saat polisi mulai menyapa warga yang sedang beraktivitas. Pertemuan-pertemuan sederhana pun tercipta di tepi jalan dan halaman rumah. Personel Satgas dengan hangat menanyakan kabar, berbincang mengenai kondisi lingkungan hingga membagikan makanan ringan kepada warga yang mereka temui.
Kedatangan yang ramah ini mendapat sambutan hangat. Salah seorang warga Distrik Muara mengekspresikan rasa senangnya atas kehadiran para personel di tengah-tengah mereka.
“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah datang dan menyapa kami. Kami senang bisa berbicara bersama. Semoga bapak-bapak selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ungkap warga tersebut tulus.
Pendekatan dialogis ini sejalan dengan arahan Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani. Ia menegaskan bahwa komunikasi dua arah dengan masyarakat adalah instrumen penting dalam setiap kegiatan patroli.

“Saat melaksanakan patroli, personel perlu melihat kondisi wilayah secara langsung dan berkomunikasi dengan masyarakat yang ditemui. Dengarkan apa yang disampaikan warga dan tetap jaga sikap selama berinteraksi,” tegas Irjen Pol. Faizal Ramadhani.
Senada dengan hal itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan metode patroli berjalan kaki memberikan ruang yang lebih luas bagi anggota untuk memantau situasi secara detail sekaligus membangun kedekatan emosional dengan warga.
“Patroli dengan berjalan kaki membuat personel dapat melihat kondisi lingkungan secara langsung dan bertemu dengan masyarakat. Ketika ada warga yang ditemui, anggota dapat menyapa dan berbincang sesuai situasi di lapangan,” jelas Adarma Sinaga.
Rangkaian patroli yang mengombinasikan kewaspadaan dan kehangatan ini berjalan dengan sangat kondusif. Usai merampungkan penelusuran di Distrik Muara, seluruh personel kembali ke Pos Kulirik Puncak Jaya dalam keadaan aman. Sepanjang kegiatan, aktivitas perekonomian dan keseharian masyarakat di Puncak Jaya tetap bergulir normal dan damai. (Hum ODC)
Bagikan artikel ini



