Sendius Wonda : Nabire Timur Merupakan Aspirasi Terpendam
NABIRE - Usai bertindak selaku inspektur upacara pada kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Kepramukaan tanggal 14 Agustus 2015 lalu di Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat, Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda kepada Papuapos Nabire mengatakan, aspirasi pemekaran Daera
Bagikan
NABIRE - Usai bertindak selaku inspektur upacara pada kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Kepramukaan tanggal 14 Agustus 2015 lalu di Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat, Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda kepada Papuapos Nabire mengatakan, aspirasi pemekaran Daerah Otom Baru (DOB) Nabire Timur merupakan aspirasi yang sudah lama terpendam.
Untuk itu selaku caretaker menyayangkan sikap pemerintah terdahulu yang tidak serius menanggapi aspirasi masyarakat Nabire Timur, sementara selaku penjabat bupati Nabire saat ini telah mengetahui bahwa ada dukungan rekomendasi dari pihak eksekutif / DPRD terdahulu yang intinya parawakil rakyat juga mendukung dan mendorong aspirasi masyarakat Nabire Timur.Dan yang perlu diketahui oleh pemerintah terdahulu, bahwa soal jadi atau tidak pemekaran DOB itu menjadi urusan dan keputusan pemerintah pusat, sehingga tugas kita pemerintah daerah hanya menerima dan mendorong aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat secara berjenjang sesuai ketentuan dan Undang-Undang (UU) yang berlaku.Sehingga, ia selaku penjabat bupati Nabire mau jujur katakana, Nabire sudah layak menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah sama dengan ibukota Provinsi Papua di Jayapura dan Provinsi Papua Barat yang ibukotanya di Kabupaten Manokwari, sedangkan perlu juga ada pemekaran dua DOB yakni DOB Nabire Timur dan Nabire Barat dengan demikian Kabupaten Nabire diubah statusnya menjadi Kota Madya Nabire.Untuk itu, selaku carateker siap menerima dan mendorong aspirasi masyarakat Nabire Timur sesuai harapan, keinginan dan kerinduan masyarakat untuk daerahnya dimekarkan menjadi DOB baru. Karena Nabire ini sangat luas dengan menyimpang sejumlah potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dikelola kedepan untuk kemajuan pembangunan dan kesejahtera bagi masyarakat.“Secara politik saya tidak punya kepentingan pribadi atau apapun, namun dari sisi tugas selaku penjabat bupati saat ini telah siap untuk menerima dan mendorong aspirasi masyarakat Nabire Timur yang telah lama terpendam itu, biar kembali bergema dari daerah ini hingga ke pemerintah pusat,” tandasnya. Ketika disinggung soal rencana deklarasi pemekaran Nabire Timur yang direncanakan pada tanggal 9 September 2015, Wonda secara tegas menyatakan, jika saya diundang untuk hadir menyaksikan deklarasi itu, pasti saya akan datang sesuai tugas dan tanggung jawab yang ada selaku carateker untuk menerima aspirasi dari masyarakat Nabire Timur. (des)
Bagikan artikel ini



