NABIRE - Semua anak istimewa, orang tua, guru dan pemerintah dapat perhatikan bersama, yakni sejak mulai dari anak usia dini, baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta di Provinsi Papua Tengah. Karena mereka adalah asset bangsa kita ke depan. Anak diperhatikan di rumah orang tua, di sekolah guru dan pemerintah mencukupi dan melengkapi kebutuhan sekolah baik itu tinggal bersama dengan orang tua serta anak-anak yang tinggal di luar dari orang tua, yakni asrama atau yayasan di Provinsi Papua Tengah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, SE, Jumat (15/7/25), bertempat di Aula PUPR Kabupaten Nabire pada saat membuka kegiatan seminar dalam rangka pendidikan dan kesehatan deteksi dan solusi layanan anak berkebutuhan khusus bagi usia dini di Kabupaten Nabire, sekaligus ditandai pemukulan tifa.

Dalam sambutannya, Nurhaidah Nawipa mengatakan, untuk mengikuti kegiatan yang sangat penting, yaitu deteksi dan solusi layanan kebutuhan anak khusus, pertama-tama atas nama pemerintah Provinsi Papua Tengah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya kepada pusat simulasi tumbuh kembang anak tentang atasi kasus dan penderitaan kepada anak.

Dikatakannya, kelancaran pertumbuhan anak atas kepedulian anak yang kolaborasi dari dinas pendidikan dan kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Anak-anak adalah asset terbuka untuk bangsa dan setiap anak dapat sesuai hal yang baik dan sama untuk tumbuh berkembang dalam layanan pendidikan yang layak.

Dan membangun potensi ini sangat terdeteksi dan tes simulasi secara optimal sama terbatasan informasi dan akses layanan. Oleh karena itu, kegiatan deteksi ini menjadi sangat penting. Deteksi ini bukan hanya sekedar memiliki aktivitas seremonial tetapi juga merupakan praktek awal untuk memberikan pengetahuan tepat, benar dan cepat, akan kebutuhan anak terindektivikasi semakin besar pula ruang untuk mendapatkan simulasi yang sesuai.

Sehingga dapat mencapai perkembangan optimal dan mengurangi hambatan kerugian kemudian hari. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah memiliki kontribusi yang kuat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.

“Kami tak lupa berupaya untuk tanda berkualitas layanan sekolah luar biasa dan dorong sekolah-sekolah untuk jadi sekolah fungsi serta memastikan kesediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten.

Dalam menanangi layanan kebutuhan khusus, namun dalam upaya ini, kami lakukan sendiri koloaborasi dengan pihak swasta, organisasi masyarakat terutama fasilitasi aktif jadi orang tua adalah kunci keberhasilan. 

Semua anak punya potensi masing-masing bidangnya, untuk tugas semua orang tua, guru, pemerintah bersama-sama memperhatikan masing-masing dan dapat memberikan mana yang bisa jadikan peran di rumah, sekolah dan di mana anak ini tinggal dan sekolah, agar mereka juga merasa ada dan mereka juga bagian dari kita semua. “Jadi saya sangat berharap supaya dapata bersama-sama menghidupi dengan baik untuk semua, jika anak ini ada di lingkungan memberikan kasih sayang, di lingkungan yang memberikan semua berkembang yang luar biasa,” pungkasnya.(modes)