NABIRE - Semangat kewirausahaan ditunjukkan oleh Marten Tenouye, seorang pengusaha sukses di bidang peternakan ayam petelur yang berlokasi di Kimi, Nabire. Marten mengungkapkan perjalanan usahanya dan tantangan yang ia hadapi saat ditemui dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan telur asin di Aula Dinas Pendidikan, Senin (17/11/2025). 

Ia berhasil membuktikan bahwa sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayahnya.

Usaha ayam petelur yang dijalankan Marten di Kimi telah dimulai sejak tahun 2018 dan terus berkembang hingga saat ini. Dalam penjelasannya, ia merawat sekitar 2.500 ekor ayam ras petelur yang secara konsisten menghasilkan produk unggulan. Konsistensi produksi ini menjadi kunci keberlanjutan bisnisnya di tengah berbagai dinamika pasar.

"Setiap harinya, dari 2.500 ekor ayam ini, kami mampu menghasilkan sekitar 2.340 butir telur atau setara dengan 78 rak," kata Marten. Angka produksi yang stabil dan signifikan ini menjadi penopang utama perekonomian usahanya, sekaligus menjadi salah satu pemasok kebutuhan protein bagi masyarakat sekitar.

Mekanisme penjualan telurnya terbilang sederhana, yakni dengan sistem masyarakat langsung datang ke kandang untuk membeli. Cara ini selain memangkas biaya distribusi, juga menciptakan interaksi langsung antara peternak dan konsumen. Marten merasa senang karena produknya mudah dijangkau dan diminati langsung oleh warga.

Meskipun demikian, ia tidak menampik adanya kendala utama yang menghambat perkembangan usahanya. Tantangan terbesar, menurut Marten, adalah masalah pakan ternak yang harus didatangkan dari luar daerah. "Harga pakan itu terus naik, dan ini menjadi beban operasional yang paling berat bagi kami peternak," keluhnya.

Guna mengatasi tantangan tersebut dan mengembangkan bisnisnya lebih jauh, Marten memiliki rencana strategis ke depan. Ia berharap dapat membangun kolaborasi yang lebih besar dengan pihak lain. Secara spesifik, Marten menyebut ingin menjalin kerja sama dengan MBG (sebagai penyuplai/distributor) untuk memastikan pasokan dan pemasaran produk telurnya.

Inisiatif Marten Tenouye ini menjadi contoh nyata bagaimana ketekunan dan semangat inovasi dapat menggerakkan sektor peternakan lokal, sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.(sam)