NABIRE - Sepanjang bulan ramadhan, durasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA YPPGI Nabire dikurangi, misalnya untuk perhitung satu jam pelajaran itu biasa 45 menit, tetapi dengan adanya bulan Puasa dikurangi 15 menit.

Dan ini merupakan kesepakatan dari seluruh dewan guru, walaupun SMA YPPGI merupakan salah satu sekolah swasta di bawah payung hukum gereja, tetapi dari hal yang kecil ini tak terasa mengajari anak soal salah satu nilai karakter untuk menghargai agama lain.

Sehingga pada awal liburan semua sekolah di awal memasuki bulan puasa, secara khusus untuk SMA YPPGI tidak ikut libur, tetapi tetap melaksanakan KBM, karena para guru harus menuntaskan pembelajaran sesuai kalender pendidikan di akhir semester genap tahun pelajaran 2024/2025 ini.

Dikatakan Kepsek SMA YPPGI Nabire, Isak Pigai, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Jumat (7/3/25) di ruang kerjanya, dalam proses KBM di SMA YPPGI Nabire, sekolah tidak hanya berpatokan libur pada kalender pendidikan saja, tetapi juga ada kalender dari pihak yayasan.

Sehingga untuk kegiatan libur puasa yang baru saja dilaksanakan pada awal Maret ini, SMA YPPGI Nabire tidak libur, tetap melaksakan KBM seperti biasa sesuai dengan kalender yayasan dengan catatan durasi waktu KBM dikurangi 15 menit permata pelajaran.

Untuk itu, selaku kepala sekolah bersama seluruh dewan guru telah berkomitmen bahwa pengurangan jam pelajaran ini hanya berlaku selama bulan puasa dan setelah itu akan kembali seperti biasanya atau semula sesuai kalender pendidikan yang telah berlaku.(des)