Sekolah Yayasan, MI Al-Khairaat Smoker Dua Kali UAS Bagi 65 Peserta
NABIRE - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairaat Smoker merupakan salah satu lembaga pendidikan formal setingkat Sekolah Dasar (SD) yang berada langsung di bawah payung hukum yayasan, sehingga dalam pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) pihak sekolah telah melaksanakan dua kali kegiatan ujian akhir bagi 65 peserta ujian kelas VI.

NABIRE - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairaat Smoker merupakan salah satu lembaga pendidikan formal setingkat Sekolah Dasar (SD) yang berada langsung di bawah payung hukum yayasan, sehingga dalam pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) pihak sekolah telah melaksanakan dua kali kegiatan ujian akhir bagi 65 peserta ujian kelas VI.
Dimana, kegiatan ujian sesuai ketentuan madrasah telah dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari 28 April hingga 30 April 2025 lalu dengan mata pelajaran atau bidang studi yang diujiankan, bidang studi Qur’an Hadist, Akidah Akhlat, sejarah kebudayaan Islam, Fiqih dan juga bidang studi Bahasa Arab.
Dan kini dilanjutkan lagi dengan kegiatan UAS yang menjadi wajib bagi semua sekolah dasar dan MI yang ada di negara ini sesuai dengan ketentuan kalender pendidikan nasional yang telah berlaku adil dari kota Sabang hingga Merauke.
Demikian dikatakan Kepala Sekolah MI Al-Khairaat Smoker, Wahyuddin, S.PdI, kepada Papuapos Nabire, Senin (5/5/2025) seraya menambahkan, kegiatan ujian akhir di setiap akhir tahun pelajaran bukan saja dilaksanakan pada saat ini, tetapi sudah dilaksanakan sekian puluh tahun semenjak berdirinya MI Al-Khairaat Smoker beberapa tahun silam dan ini kegiatan ujian wajib bagi lembaga pendidikan Islam di manapun.
Untuk mensuksesi dua kali pelaksanaan ujian akhir ini, pihak sekolah telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada pihak orangtua murid bersama pengurus komite pada beberapa saat lalu dengan tujuan agar orangtua murid ikut mendukung dua kali pelaksnaan ujian akhir yang sudah dilaksanakan dan yang sedang berjalan saat ini, yakni ujian akhir sekolah.
Kepsek MI Al-Khairaat Smoker menambahkan, untuk pelaksanaan dua kali kegiatan ini telah mendapatkan dukungan dari 27 guru, dimana honor sebanyak 22 dan juga guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 5 guru.(des)
Bagikan artikel ini



