NABIRE — Kondisi penyelenggaraan pendidikan di wilayah pedalaman Kabupaten Nabire menjadi perhatian Dinas Pendidikan. Untuk memastikan layanan pendidikan berjalan sebagaimana mestinya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom., turun langsung memantau sejumlah satuan pendidikan di Distrik Siriwo, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam pemantauan itu, tim Dinas Pendidikan meninjau sejumlah satuan pendidikan serta lembaga pendidikan nonformal. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut aktivitas belajar mengajar, tetapi juga kehadiran dan keaktifan kepala sekolah serta tenaga pendidik.

Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan turut menjadi perhatian. Termasuk kondisi dan kebutuhan rumah atau kopel guru, yang dinilai penting untuk menunjang keberadaan tenaga pendidik di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Siriwo.

Selain pendidikan formal, Dinas Pendidikan juga melihat penguatan layanan PAUD/TK serta keberadaan dan aktivitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pemantauan langsung tersebut menjadi penting karena persoalan pendidikan di wilayah pedalaman tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga menyangkut ketersediaan guru, fasilitas pendukung, akses serta keberlanjutan layanan pendidikan bagi masyarakat.

Hasil kunjungan selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untuk menentukan langkah tindak lanjut.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain pemetaan kebutuhan tenaga pendidik, rehabilitasi maupun pembangunan sarana pendidikan, penyediaan atau pembenahan fasilitas pendukung guru, serta penguatan layanan pendidikan nonformal dan PAUD/TK.

Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire juga akan melakukan koordinasi lintas bidang agar berbagai kebutuhan yang ditemukan di lapangan dapat dipetakan berdasarkan tingkat urgensi dan ditindaklanjuti secara terukur.

Langkah tersebut diharapkan membuat kebijakan pendidikan tidak hanya disusun berdasarkan laporan administratif, tetapi juga berpijak pada kondisi nyata yang dihadapi sekolah dan masyarakat di lapangan.

Dengan pemantauan langsung ke Siriwo, Dinas Pendidikan berupaya memastikan masyarakat di wilayah pedalaman tetap memperoleh hak atas layanan pendidikan yang layak dan berkelanjutan. (ist)