NABIRE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., menekankan urgensi validitas data kependudukan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Inspektorat, Selasa (14/07/2026). 

Sekda mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menyukseskan program jemput bola yang dilakukan bersama Dirjen Dukcapil.

“Mari kita sama-sama dapat menyukseskan kegiatan ini karena kita langsung dibantu oleh tim dari Dirjen Dukcapil yang membawa peralatan lengkap untuk perekaman,” ujar Yulianus Pasang saat memberikan arahan.

Terkait data, Sekda Nabire menyadari mencapai angka 100% adalah hal yang mustahil karena dinamika kependudukan yang terus berubah. Namun, ia menargetkan akurasi hingga 99% dan mendesak para kepala distrik untuk memiliki data riil di wilayah masing-masing. 

“Saya heran kalau pemimpin tidak mempunyai data kependudukannya sendiri. Saya minta kepala distrik harus kerja sama dengan kepala kampung dan RT agar data di distrik itu valid,” tegasnya.

Yulianus juga menyoroti kebiasaan buruk di masa lalu di mana pejabat daerah justru meminta data kepada tingkat kabupaten. “Harusnya bapak ibu yang datang membawa data dari kampung atau distrik, sehingga kita bisa mencocokkan data. Kalau minta data ke kami, otomatis banyak penduduk yang belum terdata karena tidak melapor,” lanjutnya.

Pada aspek pendidikan, Sekda meminta dinas pendidikan untuk berkoordinasi erat dengan Dukcapil agar data siswa sinkron dengan data kependudukan. Hal ini krusial untuk mencegah kendala dalam penerbitan ijazah bagi siswa yang datanya tidak sesuai. “Jangan nanti saat mau ujian baru sibuk, karena kalau data kependudukan dan data pendidikan tidak sinkron, ijazah tidak bisa dicetak,” peringatnya.

Menanggapi kendala tanda tangan dokumen kependudukan, Yulianus memastikan proses tersebut sedang berjalan seiring dengan pergantian kepala dinas yang baru. Ia menyarankan koordinasi intensif ke Dukcapil agar kendala teknis tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya dengan bantuan dari tingkat provinsi.

Menutup arahannya, Yulianus mengingatkan akurasi data berbanding lurus dengan alokasi bantuan pemerintah. “Semakin banyak penduduk kita yang terdata dengan benar, maka bantuan dari pemerintah pusat akan semakin besar. Kita harus bekerja keras agar seluruh penduduk kita terdata, termasuk wilayah-wilayah yang aksesnya sulit,” tutupnya. (sam)