NABIRE - Dengan mengacu pada konsep pendidikan maha guru besar Pendeta  Is Kijne, SD YPK Bethel Simbokeri KM 16 akan menjadi symbol sekolah peradaban baru pendidikan Papua yang dijadwalkan pada pekan ini dilaksanakan peletakan batu pertama.

Untuk memulai konsep pendidikan sekolah peradaban baru, akan secara langsung dimotori ikatan alumni YPK yang ada di Kabupaten Nabire maupun di beberapa kabupaten tetangga. Guna mewujudkan konsep pendidikan yang ditinggalkan maha guru besar Is Kijne.

Kedepan pembangunan SD YPK Bethel KM 16 Simbokeri ini akan dilengkapi dengan pendidikan berpola asrama dengan konsep pendidikan sekolah kecil. Para murid hanya bisa tamat pada kelas III SD dan selanjutnya dikirim lagi ke sekolah besar.

“Konsep pendidikan maha guru besar Is Kijne harus dibangun agar lahir generasi emas Papua yang cerdas, pintar dan bermoral,” kata ketua alumni YPK Kabupaten Nabire, Y. Davitzon Manuaron, SH kepada Papuapos Nabire, beberapa waktu lalu.

Untuk itu diharapkan kedepan Pemerintah Kabupaten Nabire bersama pihak legislatif dapat menetapkan sebuah Peraturan Daerah (Perda) soal pendidikan berpola asrama bagi sekolah YPK yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua. Agar kedepan dengan bantuan pemerintah melalui dana Otsus dapat membangun pendidikan yang secara khusus di Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) dengan pola asrama di seluruh kampung dan kepulauan serta pesisir.

Karena untuk mendukung sekolah peradaban di semua sekolah YPK yang ada di Kabupaten Nabire, kini telah dibentuk kordinator–kordinator wilayah di 15 distrik dan 72 kampung serta 9 kelurahan yang dirampingkan dalam 3 wilayah kerja yakni bagian timur, barat dan utara.(des)