NABIRE – Satuan Reserse Narkoba Polres Nabire, Selasa kemarin pukul 10.00 WIT bertempat di depan ruangan Satres Narkoba Mapolres Nabire memusnahkan Barang Bukti (BB) narkotika jenis Sabu, yang dilanjutkan penandatangan berita acara. Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya, S.Ik, melalui Kasat Res Narkoba AKP Nasruddin, A.Md, ketika dikonfirmasikan awak media ini membenarkan kegiatan pemusnahan BB tersebut.  Dimana, terangnya, dalam kegiatan tersebut disaksikan juga pihak perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire dan keluarga tersangka pemilik barang haram tersebut. “Benar, hari ini Selasa, 27 Februari 2018 pukul 10.00 WIT bertempat di depan ruangan Satres Narkoba Polres Nabire telah dilaksanakan acara pemusnahan BB Narkotika jenis Sabu beserta penandatanganan berita acara pemusnahan,” jelasnya. Adapun saksi yang hadir dalam acara pemusnahan BB narkotika jenis Sabu beserta penandatanganan berita acara pemusnahan tersebut, diantaranya Kajari Nabire diwakili Kasi Pidum Jaksa Muda Arnolda Awom, SH, Kapolres Nabire yang diwakilinya, tersangka RW alias Jaya, keluarga tersangka dan para penyidik Satres Narkoba. BB narkotika yang dimusnahkan, yaitu narkotika jenis Sabu milik tersangka Jaya, sebanyak 2,59 (dua koma lima sembilan) gram. Jalannya pemusnahan, BB 2,59 gram itu dibuka dan dituangkan ke dalam Blender, kemudian diblender selanjutnya dibuang kedalam closset kamar mandi.(wan) Pemadaman Listrik Malam, Masyarakat Wanggar Mengeluh NABIRE - Akhir-akhir ini selalu terjadi pemadaman lampu setiap malam hari mulai pukul 18.30 WIT beberapa kali terjadi, bahkan terus-menerus khususnya di wilayah Distrik Wanggar, sehingga warga masyarakat mengeluhkan keadaan tersebut.  Salah satu warga masyarakat yang enggan namanya dikorankan ditemui media ini di ruang kerjanya Rabu (28/2) kemarin, mengatakan, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo datang di Nabire, Papua beberapa bulan yang lalu meresmikan PLMTG di Nabire untuk menambahkan daya volt, namun kenapa akhir-akhir ini terjadi pemadaman lampu terus, khususnya di wilayah Distrik Wanggar pada malam hari, sehingga warga kembali bertanya kepada pihak PLN dan pemerintah daerah. “Kami warga masyarakat mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pihak PLN untuk bisa melihat secara menyeluruh karena mendapat terang itu butuh semua orang, bukan sepihak atau sekelompok orang saja hingga diharapkan keluhan warga masyarakat ini dapat diobati dengan baik,” keluhnya.  Warga masyarakat jadi bingung, tambahnya, sudah penambahan daya lalu kenapa terjadi demikian (listrik kerap padam), apakah alat yang rusak ataukah pemerintah daerah yang belum bayar sehingga sengaja pura-pura menyatakan alat rusak. “Sekali lagi kami warga masyarakat menyampaikan kepada petugas PLN dan pemerintah daerah untuk mendapat terang. Listrik itu dibutuhkan semua orang, bukan hanya sekelompok orang saja yang butuh terang sehingga hal itu dilihat secara menyeluruh dengan baik,” katanya.(modes)