DOGIYAI - Di tengah pegunungan Dogiyai, Papua, terukir kisah inspiratif seorang pemimpin desa bernama Piayan Magai. Desa Pihakunu, yang dipimpinnya, telah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam "Lomba Karya Kemanusiaan Kepala Desa Terbaik" pada perayaan HUT RI ke-79 tahun 2024. Prestasi ini bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti nyata dedikasi dan kepedulian seorang pemimpin yang tak kenal lelah dalam membangun desanya.


Kisah Piayan Magai bermula dari masa kecilnya yang penuh tantangan. Sebagai anak yatim piatu, ia tumbuh dengan jiwa yang sensitif dan peka terhadap penderitaan orang lain. Emosi yang tinggi tak jarang membuatnya terlibat konflik, namun di balik itu tersimpan tekad kuat untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat.


Ketika terpilih sebagai Kepala Desa Piyakunu, Piayan Magai menghadapi tantangan yang tak mudah. Ketakutan dan kecurigaan menyelimuti warganya, terbayang masa lalu di mana dana desa di berbagai kampung di Dogiyai sering kali menghilang tanpa jejak. Namun, Piayan Magai membuktikan bahwa dirinya berbeda dan unik.


Pada penerimaan dana desa pertama, Piayan Magai dengan tegas dan transparan memaparkan rincian anggaran di depan seluruh warga. Uang itu dihitung bersama-sama oleh tiga orang perwakilan masyarakat, memastikan bahwa setiap rupiah tersalurkan dengan benar. Kejujuran dan transparansi Piayan Magai perlahan mencairkan es ketakutan dan kecurigaan yang selama ini menyelimuti warga Dogiyai.


Piayan Magai memahami bahwa desa adalah pondasi utama bagi kemajuan suatu negara. Baginya, desa bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pusat pemerintahan pertama yang harus menjadi contoh produktif dan berkeadilan sosial.


"Sebab bagi Piyan Magai, arti desa adalah pemerintahan pertama, dasar dan terpusat produktif (bukan konsumtif) dari suatu Negara yang berkeadilan sosial," ujar Marselus Magai, seorang anggota legislatif Dogiyai, yang terinspirasi oleh semangat Piayan Magai.


Lebih dari itu, Piayan Magai melihat desa sebagai tempat di mana pemimpin harus menjadi sosok karismatik, pemersatu, dan konselor bagi seluruh warga, terutama bagi mereka yang miskin dan lemah.


"Sementara arti desa menurut pendapat anggota DPR Dogiyai 2024-2029, Marselus Magai ialah pemimpin spiritual, pemersatu dan konseptor bagi semua warga, terutama warga yang miskin dan lemah di kampung-kampung," tambah Marselus Magai pada Selasa 20 Agustus, 2024, dari Kampungnya.


Di bawah kepemimpinannya, Desa Pihakunu mengalami transformasi luar biasa. Program-program pembangunan yang dijalankan Piayan Magai berfokus pada kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Disiplin kerja menjadi landasan utama. Setiap pagi, para pegawai kantor desa bersemangat menjalankan tugasnya sesuai jadwal yang telah disepakati.


"Setiap anggota aparatur desa wajib tepati waktu dengan berkaian dinas utk datang masuk kantor pada hari tertentu sesuai jadwal dan kesepakatan awal. Juga wajib selesaikan kerja-kerja kantor sesuai batas waktu 0.2.00 siang. Hukumnya, pekerjaan hari ini harus dikerjakan tuntas utk menciptakan kualitas kerja hari ini," tegas Desa Piyakunu, Magai, yang juga merupakan warga asli Dogiyai kelahiran tahun 80-an.


Piayan Magai tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Ia juga menaruh perhatian besar pada pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Pembangunan SD Syawada dengan dua ruang kelas menjadi bukti nyata komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di desanya.


Ia menyadari pentingnya pendidikan dan kesehatan dalam membangun desa yang maju. Piayan Magai mendorong masyarakat untuk aktif dalam musyawarah kampung yang cerdas dan sehat, membahas berbagai isu penting terkait pendidikan dan kesehatan serta bersama mereka dia setia ikut melaksanakan kegiatan penghijauan kembali dan tanam buah-buahan di kebun warganya.


Pemuda-pemuda kampung adat pun mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensi diri mereka. Piayan Magai mendorong mereka untuk aktif dalam berbagai kegiatan, seperti pembuatan pagar keliling kampung adat yang berfungsi sebagai lahan untuk berkebun dan beternak babi.


Piayan Magai juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Anak yatim, duda, dan janda mendapat perhatian khusus. Piayan Magai secara rutin memberikan bantuan berupa uang tunai, ternak ayam, atau bibit babi untuk membantu mereka memulai usaha dan meningkatkan taraf hidup.


"Pembagian profil kuning" menjadi salah satu program unggulan Piayan Magai. Program ini bertujuan untuk memberikan akses kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga desa. Piayan Magai juga membangun jalan pengaspalan yang menghubungkan jalan besar menuju Gereja dan sudah dibangunnya gedung pastori Pendeta-Gembala secara permanen, mempermudah akses warga untuk beribadah dan mendapatkan pelayanan rohani.


Terkait pembangunan hidup rohani bagi umat Allah, Desa Piyakunu biasa ikut memberikan bantua modal uang, petunjuk moral, membawa diri untuk ikut terlibat dalam doa umat Allah dan memberikan bahan makanan tambahan di tiga Gereja yang ada, di Desa Diyeugi dan Piyakunu.


"Sebab Hidup Rohani adalah usaha suci dari setiap pribadi, kelompok dan dari usaha kita bersama. Kita adalah pewaris Kerajaan Allah di Bumi. Dan Allah adalah awal, tengah dan akhir hidup kekal bagi kita", hayatnya.  


Semua program pembangunan yang dijalankan Piayan Magai didasari oleh nilai-nilai luhur kemanusiaan: iman yang murni, kasih yang tulus, dan harapan yang teguh untuk kesejahteraan masyarakat dan kebahagiaan Dogiyai.


"Dogiyai Dou Enaa/ Dogiyai Indah dipandang bagi semua warga daerah dan masyarakat semesta," ujar Piayan Magai, menggambarkan cita-citanya untuk menjadikan Dogiyai sebagai daerah yang maju dan sejahtera.


Prestasi yang diraih Desa Pihakunu dalam "Lomba Karya Kemanusiaan Kepala Desa Terbaik" menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan Piayan Magai telah membawa perubahan positif bagi desanya. Warga Pihakunu pun mengakui bahwa Piayan Magai pantas meraih juara pertama di antara 79 desa di Kabupaten Dogiyai.


"Luar biasa Pak Kepala Desa Pihakunu, tingkatkan lagi," ujar Mesak Magai, kepala adat di Diyouto, yang terinspirasi oleh semangat dan dedikasi Piayan Magai.


Semua kegiatan kampung yang manusiawi, berakar pada aturan pemerintah dan bertumbuh dalam budaya masyarakat ini sudah tentunya mendapat dukungan positif dari PJ.Bupati Dogiyai, Marthen Ukago, semua stake holder yang berwenang dan oleh bersama para tokoh agama dan pemuda Dogiyai.


Kisah Piayan Magai menjadi inspirasi bagi seluruh kepala desa di Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang jujur, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sebuah desa dapat berkembang dan mencapai kemajuan.


Semoga kisah Piayan Magai menjadi teladan bagi sejuta desa di Indonesia, untuk membangun negeri dengan semangat yang sama: iman yang murni, kasih yang tulus, dan harapan yang teguh untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (Don dan Pugiye)