Sambut Piala Dunia 2026, Penjual Ornamen Bola Bakal Ditata Satu Titik

NABIRE - Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai penjuru daerah, termasuk di Distrik Nabire. Menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut, para pedagang musiman yang menjual berbagai ornamen sepak bola seperti bendera negara peserta, kaos hingga seragam Timnas diprediksi akan segera menjamur di berbagai sudut kota. Fenomena ini menjadi perhatian serius dari pemerintah distrik setempat.
Merujuk pada pelaksanaan piala dunia empat tahun lalu, para penjual ornamen sepak bola kerap menggelar lapak dagangannya di sepanjang kiri dan kanan jalan-jalan protokol. Kehadiran pedagang yang tidak beraturan di trotoar dan bahu jalan tersebut dinilai berpotensi mengganggu estetika kota serta kelancaran arus lalu lintas. Oleh karena itu, penataan ruang publik menjadi agenda penting bagi jajaran kepemimpinan yang baru.
Pemerintah Distrik Nabire menegaskan komitmennya untuk mulai menata wajah kota agar lebih rapi dan tertib menjelang turnamen tersebut. Target utama dari kebijakan ini adalah merelokasi para pedagang musiman dari area jalan utama. Langkah ini diambil demi menyelaraskan semangat menyambut pesta bola dengan kenyamanan para pengguna jalan di wilayah Nabire.
“Kita mulai menata kota ini sehingga mereka penjual-penjual ornamen sepak bola ini tidak harus ada di pinggir jalan. Kita kumpul semua satu titik,” ujar Kepala Distrik Nabire, Yusak Jitmau, SE, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/06/2026).
Guna merealisasikan rencana pemusatan lokasi dagang tersebut, pihak distrik akan terus membangun koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah. Koordinasi ini dilakukan untuk meminta petunjuk dan arahan mengenai penyediaan tempat khusus yang representatif bagi para pedagang. Diharapkan, dengan adanya lokasi terpusat, para pedagang tetap bisa meraup rezeki tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Nanti ketika mereka terpusat di satu titik, kami tetap akan terus bangun komunikasi dengan pejabat daerah, baik itu Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Kami minta petunjuk untuk ke depan ini ketika kami menata, ada tempat-tempat khusus yang mereka ini terpusat di satu tempat sehingga tidak mengganggu sepanjang jalan-jalan protokol,” lanjut Yusak.
Sebagai langkah awal, para pedagang saat ini diarahkan untuk berkumpul sementara di kawasan Pantai Nabire sembari menunggu keputusan final dari kepala daerah.
Pihak distrik bersama Satpol PP akan terus mengawal proses penataan ini agar berjalan kondusif. “Untuk di Pantai Nabire ini petunjuk dari kepala daerah belum ada, tapi untuk kita menata mereka ini, ada di satu titik dulu. Nanti dengan berjalannya waktu, komunikasi baik itu dari distrik dan Satpol, kita akan minta petunjuk kepada pak bupati, wakil bupati dan Sekda untuk mereka,” tutupnya. (sam)
Bagikan artikel ini



