Salah Satu Putra Suku Wate akan Bertarung di Pilkada NabireSalah Satu Putra Suku Wate akan Bertarung di Pilkada Nabire
NABIRE – Belum diketahui siapa saja bursa calon kandidat yang akan bertarung di Pilkada Nabire Tahun 2020. Namun satu putra asli Suku
Bagikan
NABIRE – Belum diketahui siapa saja bursa calon kandidat yang akan bertarung di Pilkada Nabire Tahun 2020. Namun satu putra asli Suku Wate (salah satu suku pemilik hak ulayat di Nabire) akan ikut bertarung dalam pesta demokrasi itu melalui jalur perorangan. Kepala Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Alex Raiki, via selulernya di Nabire, Kamis (12/3/2020) mengatakan sejak 55 tahun Kabupaten Nabire (sebelumnya Kabupaten Paniai), baru kali ini ada seorang putra Wate yang maju mencalonkan diri di Pemilu Bupati. Dia adalah Otis Money. “Sejak ada kabupaten ini berdiri dan penyerahan tanah kepada pemerintah dengan harapan ada anak asli menjadi bupati tidak pernah terwujud. Dan sekarang baru anak asli satu orang yang maju di Pilkada,” kata Raiki di balik selulernnya. Menurutnya, proses untuk masuk dalam bursa pencalonan melalui proses yang cukup rumit. Pasalnya, ketika memasukan berkas ke KPU tanggal 23 Februari pukul 24.00 tidak dibolehkan ada berkas yang masuk sesuai keputusan PKPU (batas akhir). Saat pihaknya memasukan sesuai surat keputusan komisi pemilihan umum nomor 82/pl.02.2-kpt/06/kpu/ii/2020 tentang pedoman teknis penyerahan dukungan dan verifikasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota tahun 2020. Menerangkan bahwa yang tidak boleh masuk pukul 23.00 adalah dokumen dukungan dari masing–masing calon. “Nah, kan perbaikkannya sampai tanggal 26 februari tapi kenapa calon kami ditolak langsung oleh KPU. Lalu pleno malam itu adalah penyerahan dokumen dan bukan pleno verifikasi langsung putusan. Tapi setelah kami gugat dan laporkan ke Bawaslu sesuai mekanisme, maka bawaslu memutuskan bahwa calon Otis Money tidak melanggar dan dikembalikan sebagai bakal calon. Ini kesulitan yang kami alami,” tuturnya. Lanjut Alex Raiki, pihaknya mencalonkan putra asli Suku Wate memilih jalur perseorangan sebab menghindari mahar dari partai politik. Selain itu, menurut Raiki, biasanya mesin partai tidak bergerak, yang bergerak adalah tim. Sehingga pihaknya memilih perorangan lantaran langsung berkominikasi dengan akar rumput (pemilih) untuk memberikan dukungan. “Dengan harapan bahwa ketika memberikan dukungan suaranya pasti tidak kemana-mana dan lebih bagus independen. Selain itu, independen tidak mempunyai beban politik kepada siapapun. Kalau partai dan pinjam uang kiri kanan lalu setelah jadi terus sibuk untuk ganti, yang artinya siap untuk membangaun dan bukan mengembalikan utang politik,” ujarnya. Selain itu, kata Raiki, visi dan misi utama calonnya adalah ‘Nabire rumah kita’. Artinya bahwa tidak jamannya lagi mengklaim sebagai pemilik hak ulayat atau rumah sendiri. Akan tetapi setiap orang yang datang dan tinggal di Nabire adalah menjadi satu dengan Suku Wate dan Nabire menjadi rumah bersama. Sehingga, konsep rumah kita bersama adalah menyelesaikan kebersihan, termasuk sampah, kesehatan, pendidikan dan ekonomi secara bersama serta keamanan. “Jadi tidak ada lagi perbedaan, tetapi bagaimana membangun Nabire yang lebih baik lagi dengan merangkul seluruh masyarakat. Dari suku agama dan rasa apa saja. Jadi ada lima kontek dalam Nabire rumah kita yang akan dipromosikan,” tutur dia. Terpisah, Kepala Sub Suku Nabire Barat, Elon Raiki, meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire, baik Papua dan non Papua untuk memberikan ruang dan dukungan kepada anak asli Wate untuk bertarung di Pilkada Tahun 2020. “Berikan kami orang Wate untuk bertarung. Karena ini baru pertama kali orang Wate sebagai pemilik Hak ulayat maju di pemilu,” tutur Elon. (pas)
Bagikan artikel ini



