NABIRE – Dala rangka memerangi Covid-19 di daerah ini, Solidaritas Anti Virus Corona (SAC) di Nabire salah satunya menyarankan agar pemerintah Kabupaten Nabire segera menyiapkan fasilitas untuk karantina/isolasi, mencakup kebutuhan pangan selama masa karantina bagi mereka yang dikarantina dan diisolasi (ODP dan PDP). Dalam siaran pers yang disampaikan Kordinator SAC, Philemon Keiya, setidaknya ada 10 poin yang disampaikan. Poin kedua, SAC meminta, harus ada aturan yang jelas tentang jam aktivitas dan penerapan sangsi hukumnya bagi siapa saja yang akan melanggar. Ketiga, perketat dalam penutupan akses transportasi udara, darat dan laut. Serta penempatan posko di ujung tapal batas daerah administrasi Kabupaten Nabire. Seperti perbatasan dengan Kabupaten Wasior, Kabupaten Waropen dan Kabupaten Dogiyai. Serta memberlakukan jam akses distribusi BBM dan Sembako Sesuai poin kedua. Keempat, SAC mendesak pihak terkait agar perketat pengawasan kepada orang yang datang ke Nabire sehabis mengikuti acara keagamaan Tabliq Akbar, GPIB Bogor, dan seminar GBI di Lembang. Terutama 16 orang yang datang dari Gowa, Sulawesi Selatan transit Manokwari beberapa hari lalu. Bila perlu langsung dikarantina oleh Satgas sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Kelima, pemerintah Kabupaten Nabire bersama dinas terkait segera identifikasi para pemilik perahu jolor yang selama ini menghubungkan pesisir Nabire dengan daerah-daerah yang terhubung melalui garis pantai utara Papua baik di Nabire maupun kabupaten tetangga. Dan segera memfasilitasi polisi perairan untuk giat patroli perbatasan laut guna meminimalisir gerakan-gerakan lalu lintas orang dan barang yang tidak terpantau melalui jalur laut. Keenam, pemerintah Kabupaten Nabire memasukan kebutuhan pokok masyarakat dari kelompok ekonomi lemah ke bawah dan kelompok pekerja informal beresiko. Hal ini sebagai salah satu prioritas kerja gugus penanganan Covid-19  maupun pemerintah daerah guna menekan gejolak yang mungkin saja terjadi ketika masyarakat mulai teriak minta keadilan lalu dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan kekacauan. Ketujuh, penyediaan dan peningkatan sarana prasarana khusus instalasi pasien dan APD bagi perawat di RSUD Nabire. Kedelapan, SAC meminta agar Pemerintah Kabupaten Nabire penyediaan rapid tes untuk pemeriksaan massal dan berusaha agar pembagian masker (APD standar)  gratis kepada warga Nabire. Kesembilan, pemerintah Kabupaten Nabire bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk mempermudah dan mempercepat pengiriman sampel laboratorium. Kesepuluh, transparansi dan inovatif dalam memberikan informasi terupdate tentang kasus Covid 19 di Nabire. Terutama identitas dan zonasi pasien positif.     “Pertama, kami memberikan apresiasi kepada pemerintah dan semua pihak di Kabupaten Nabire yang sudah lakukan berbagai cara untuk mencegah dan melawan Covid-19 bagi penyelamatan dari ribuan nyawa di Kabupaten Nabire dan kabupaten tetangga lainnya,” ujar Kordinator SAC,  Philemon Keiya dan Sekertaris SAC, Metta Andoi, dalam rilisnya yang dikirim ke media ini, Jumat (17/4) kemarin. Ditambahkan, SAC juga memberikan apresiasi kepada para bupati dan DPRD wilayah Meepago yang telah melakukan pertemuan terkait penanganan Covid-19 wilayah Meepago dengan menyepakati 8 poin kesepakatan bersama di Kilo Meter 100 Jalan Trans Papua Nabire Ilaga, pada tanggal 15 April 2020. (ros)