NABIRE – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nabire, Yulian Agapa mengatakan, Warga Negara asing (WNA) terlebih orang China dan Korea untuk sementara tidak diperbolehkan masuk ke Nabire. Hal ini agar tidak memusingkan Dinkes Nabire dalam upaya pencegahan virus corona. “Yang masuk ke Nabire harus kita waspadai, dan bila perlu jangan ada yang masuk dulu lebih bagus.  Terutama orang China atau Korea, supaya tidak memusingkan kita di daerah, jangan sampai mereka membawa petaka,” kata Yulian Agapa di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2020). Menurut Agapa, Dinkes Nabire telah berkoordinasi semua elemen kesehatan seperti pihak RSUD Nabire, para kepala Puskesmas dan klinik untuk menyampaikan tentang program kesiapsiagaan yang harus dilakukan dalam system kesehatan di daerah. Yakni dengan Tupkosi masing–masing sesuai dengan kemampuan yang ada guna menangkal virus corona.  Namun, perlu diingat bahwa rencana kerja dan penggangaran Dinkes tahun 2020, sudah diajukan sejak November 2019. Dan kasus virus corona baru muncul. Sehingga untuk mengantisipasi segalanya, Pemkab Nabire perlu menyiapkan dana–dana talangan jangan sampai ada kemungkinan kasus di kemudian hari. “Maka kami berharap di pelabuhan laut dan udara untuk memperketat pengawasan keluar masuknya orang asing. Dan perlu peralatan lengkap di sana guna pertolongan pertama,” tuturnya. Ia mengatakan, andai terdapat kasus virus corona maka kemungkinan akan datangkan tenaga ahli. Atau mungkin bisa dikirim ke daerah yang lebih lengkap peralatannya. Akan tetapi Dinkes Nabire dalam hal ini tidak tinggak diam.  Namun terus melakukan upaya dengan promosi dan penyuluhan tentang pencegahan dini, misalkan penggunaan masker dan sebagainya. “Hal itu sudah disampaikan ke seluruh Puskesmas. Dan kita semua berharap agar jangan sampai ada kasus ini di Nabire. Sekali lagi saya ingatkan, sebaiknya jangan ada WNA China yang masuk ke Nabire untuk sementara sampai kasus ini benar–benar hilang,” kata Yulian Agapa. (pas)