RSUD Nabire Segera Buka Layanan Terapi Cuci Darah
NABIRE - Badan Layanan Usaha (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) direncanakan paling lambat awal tahun 2021 akan membuka layanan unit Hemod
NABIRE - Badan Layanan Usaha (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) direncanakan paling lambat awal tahun 2021 akan membuka layanan unit Hemodialisa (HD) atau layanan terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal.
Salah satu supervisi dan konsultan ginjal hipertensi yang bekerja di RSUD Jayapura, yang datang untuk melakukan supervisi di RSUD Nabire untuk pembukaan program unit layanan Hemodialisa (HD), dr. Ita Murbani Handajaningrum, MHkes., SpPD-KGH mengatakan, secara pribadi dirinya cukup kagum dengan kondisi RSUD Nabire yang dari segi infrastrukturnya cukup siap dalam pembukaan layanan Hemodialisa (HD).
Dirinya sangat mendukung penuh pembukaan layanan HD di BLU RSUD Nabire.
“Papua harus mempunyai hemodialisis yang cukup banyak, karena kita mempunyai geografis yang cukup sulit.
Ketika ada pasien hemodialisis di Papua dia harus berangkat mencari rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap.
Kenapa tidak dengan Nabire, kita lengkapi agar mereka tidak perlu keluar Nabire.
Karena mereka (pasien, red) bisa mendapatkan pelayanan hemodialisa yang sudah memadai,” ungkapnya.
Lanjutnya, dengan status RSUD Nabire yang masih Tipe C, sangat luar biasa dari segi infrastruktur dan fasilitasnya.
Dimana, ruangan Hemodialisa yang rencananya akan digunakan untuk layanan sangat memenuhi syarat, cukup luas, dan tinggal melengkapi fasilitas penunjang lainnya.
“Saya sangat apresiasi Direktur RSUD Nabire, untuk pertama layanan HD akan mempunyai empat mesin, kemudian targetnya akan ada dua belas mesin HD.
Ini luar biasa sekali bagi saya.
Dan juga pihak BPJS juga pasti akan membantu pasien yang akan melakukan program HD ini sendiri dan pastinya sebelum dibuka layanan akan ada MoU dengan pihak BPJS, sehingga pasien yang akan melakukan HD di RSUD Nabire akan lebih terbantu dari segi pembiayaan,” ujar Dokter Ita.
Dirinya berharap, dalam beberapa minggu kedepan, pihak rumah sakit akan mengejar soal perijinan Pernefri (perhimpunan para dokter seminat, red) yang akan diproses secepatnya dengan bekerjasama dengan Pernefri dari Makassar, perijinan dari Dinas Kesehatan, dan persiapan kelengkapan alat madis dan tenaga medis untuk layanan HD di RSUD Nabire.
Sementara itu, Direktur BLU RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey, Sp.PD mengatakan, mewakili pemerintah Kabupaten Nabire dirinya telah berupaya untuk pogram atau layanan Hemodialisa di RSUD Nabire ada di Nabire.
Berkat dukungan dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Nabire, akhirnya BLU RSUD Nabire dalam waktu tidak lama lagi sudah mempunyai dan membuka layanan Hemodialisa (HD).
“Ini adalah bagian pelayanan dari pemerintah terhadap masyarakat, khususnya masyarakat Nabire dan pada umumnya warga masyarakat yang ada di wilayah Meepago.
Semua akan kami siapkan mulai dari perijinannya sampai ketersediaan alat dan tenaga medisnya semua akan kami siapkan dan target kami paling cepat akhir bulan Desember dan paling lama awal bulan Januari 2021,” terangnya.
Salah satu dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Nabire, dr. Fendi, Sp.PD yang juga akan menangani unit layanan Hemodialisa (HD) mengatakan, pasien yang melakukan pengobatan yang terindikasi ke HD cukup banyak, seperti pasien diabetes juga banyak sama dengan hipertensi.
Sehingga untuk unit layanan HD di RSUD Nabire sudah harus ada sebenarnya.
“Jumlah kasus pasien yang sampai ke cuci darah cukup banyak, tetapi lagi-lagi harus dirujuk keluar Nabire.
Kalau di RSUD Nabire sudah ada layanan HD, pasti pasien tidak perlu lagi keluar Nabire.
Ini sangat bagus dan kami para medis pasti akan mendukung penuh,” pungkasnya. (cad)
Bagikan artikel ini



