NABIRE - Keberadaan Rumah Makan (RM), Cafe, Homestay dan Hotel di Nabire ternyata masih malas-malasan membayar pajak. Padahal, keberadaan mereka sudah cukup meraup keuntungan di Nabire. Sumber pajak akan terus dioptimalkan untuk pembangunan daerah.Menurut Kepala BPPRD Kabupaten Nabire, H. Ganis Komarianto,SE.,M,Si, didampingi Sekretarisnya Fatmawatih, STTP mengatakan, pembangunan daerah sangat bergantung hasil pajak RM, cafe, homestay, hotel dan pajak lainnya. Dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena itu, sumber-sumber pajak daerah harus dioptimalkan demi pembangunan. Mulai dari sektor bisnis makanan, rumah kontrak maupun perhotelan yang masih minim. Padahal, banyak pengusaha hotel dan kuliner disini. Ganis meminta agar semuanya patuh dan taat pajak. Dia telah menugaskan Sekretaris BPPRD Nabire dan stafnya termasuk tenaga honor untuk terus bergerak ke setiap lokasi yang sudah ditentukan. “Bila perlu kami akan memanggil pimpinan atau kami berikan surat teguran kepada seluruh pengusaha RM, restoran cafe, homestay, dan perhotelan yang ada di Nabire,” tegasnya.Sedangkan Fatmawati menambahkan, sangat setuju dengan pimpinan. “Jika pembayar pajak masih saja membangkang, maka kami akan panggil bos-bos pengusaha tersebut. Jika tidak mengikuti aturan bayar pajak, maka kami akan kenakan sanksi sesuai aturan perundang-undang yang ada,” ujarnya. Dengan keterbatasan alat perangkat pendukung sistem online, tim BPPRD optimis terus meningkatkan PAD untuk Kabupaten Nabire. “Saya sampaikan jika masih bandel maka untuk para pengusaha RM, cafe, homestay, hotel dan lainnya maka kami akan turun lapangan ke lokasi masing-masing,” katanya.  Hal inilah menurutnya, perlu ditegaskan kepada para pengusaha agar pajak dari sektor RM, cafe, homestay dan perhotelan bisa maksimal menunjang pembangunan daerah. Jenis pajak daerah yang dipungut kabupaten/kota sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ris)