NABIRE – Ribuan warga dari berbagai kelurahan di Kabupaten Nabire memadati halaman Kantor Pos lama Nabire pada Rabu (10/06/2026). Kedatangan warga yang mengular sejak pagi hari ini bertujuan untuk mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sembako Tahap II untuk tahun anggaran 2026.

Pada hari ini, proses penyaluran bantuan dijadwalkan khusus bagi masyarakat yang berdomisili di empat kelurahan, yakni Kalibobo, Kalisusu, Kaliharapan dan Morgo. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata resmi berhak menerima uang tunai sebesar Rp600.000, yang merupakan akumulasi periode April hingga Juni 2026 dengan rincian Rp200.000 per bulan.

Guna memastikan kelancaran administrasi dan transparansi, pihak penyelenggara telah menyediakan papan pengumuman khusus di area lokasi. “Daftar nama KPM sudah ditempel di papan sesuai By Name By Address (BNBA) dari Kementerian Sosial. KPM tinggal cek NIK, kalau cocok langsung kami layani,” ujar Koordinator PKH Kabupaten Nabire, Agustina Papare.

Tidak hanya BLT Sembako, pada momen yang sama Kemensos juga memfasilitasi penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II. Namun, berbeda dengan BLT Sembako yang bersifat rata, nominal dana PKH yang dikucurkan kali ini sangat bervariasi karena disesuaikan dengan indeks komponen yang dimiliki oleh masing-masing keluarga.

Variasi komponen tersebut mencakup kategori Lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, anak usia dini serta anak sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA. “Kalau Sembako tetap Rp600.000 per KPM untuk 3 bulan. Kalau PKH bisa sampai Rp2–3 juta lebih, tergantung komponen dalam 1 KK,” jelasnya.

Demi mengoptimalkan pelayanan yang menyasar ribuan penerima ini, seluruh rangkaian program ditangani secara kolaboratif oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kementerian Sosial bekerjasama dengan Kantor Pos. Mengingat tingginya jumlah penerima manfaat, total masa penyaluran dana stimulan ini direncanakan akan berlangsung selama 5 hari ke depan.

Melalui bantuan finansial ini, pemerintah daerah beserta instansi terkait berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara bijak. “Harapannya bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, sehingga bisa meringankan beban warga dan mengurangi angka kemiskinan di Nabire,” tutur Agustina menutup penjelasannya. (amd)