NABIRE - Majelis Rakyat Papua (MRP) merupakan lembaga kultur dan representatif Orang Asli Papua (OAP). Berarti kelembagaan ini hanya bisa diduduki OAP dengan garis keturunan sesuai wilayah adatnya yang benar-benar asli. Demikian dikatakan John Wayar, Ketua Dewan Adat Wilayah Nabire.

Kata dia, saat ini sedang berlangsung rekrutmen calon anggota MRP di Provinsi Papua Tengah. Maka nantinya yang terpilih adalah OAP dari wilayah adat Saireri, Meepago dan Lapago, dengan garis keturunan asli bukan campuran suku lain, apalagi suku-suku dari luar Papua Tengah.

Jhon Wayar mengharapkan tim seleksi lebih memprioritaskan keterwakilan dari 6 suku yang ada di pesisir Nabire dan ke terwakilan dari Meepago dan Lapago. Terkait dengan rekomendasi dan kelengkapan administrasi lain harus memiliki keabsahan dan legalitas sesuai UU Ormas dan aturan-aturan. 

Ditambahkan Ketua Dewan Adat Nabire, diharapkan tidak menerima rekomendasi dari lembaga-lembaga lain yang tidak memenuhi keabasahan pemerintah dan tidak terkait dengan keadatan. 

“Timsel diharapkan tetap pada prinsip dan aturan yang ada di dalam perekrutan. Timsel juga harus lebih selektif serta netral dalam pengambilan keputusan, hingga hasil akhir tidak mengecewakan pihak-pihak lain,” kata Jhon Wayar, tokoh adat yang juga lama berkecimpung di lembaga-lembaga adat di Nabire. (PPN)