Rekapitulasi Hasil Pileg Tingkat Kabupaten Terus Berlangsung
NABIRE - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire, Petrus Rumere, S.Sos, secara resmi membuka rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Legislatif untuk DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, Selasa (22/4) di Guest House. Rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupa
Bagikan
NABIRE - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire, Petrus Rumere, S.Sos, secara resmi membuka rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Legislatif untuk DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, Selasa (22/4) di Guest House. Rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupaten dimulai sekitar pukul 12.00 WIT. Hingga berita ini diturunkan masih terus berlangsung.
Pantauan media ini, hingga pukul 17.15 wit, rekapitulasi perhitungan suara baru menyelesaikan 4 distrik di Daerah Pemilihan (Dapil) 3, yakni Distrik Teluk Kimi, Makimi, Napan dan Distrik Moora. Diperkirakan hingga malam (tadi malam, red) perhitungan suara dapat menyelesaikan di 2 Dapil, hingga perhitungan suara kemungkinan akan berlanjut hari ini.
Perhitungan suara tingkat kabupaten itu dihadiri Irwasda Polda Papua, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., Kajari diwakili Kasi Intel M. Setiawan,SH., Kepala Kesbangpol Linmas Kabupaten Nabire, Pimpinan parpol serta para saksi.
Sementara Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.IK, Dandim 1705/Paniai Letkol Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene, Danyonif yang diwakili Wadanyonif 753/AVT, Mayor Inf. Bima S, berada diluar Guest House guna memantau situasi.
Dalam sambutanya, Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, kegiatan yang dilaksanakan merupakan satu tahapan yakni rekapitulasi perhitungan hasil suara Pileg 9 April 2014 yang lalu untuk DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Nabire. Diakui Ketua KPU Nabire, penyelenggaraan Pileg 9 April harus dibayar dengan mahal baik biaya, tenaga dan pikiran, pekerjaan itu mempunyai tingkat resiko yang tinggi, namun itu merupakan panggilan dan tugas.
“Dari apa yang telah dikerjakan, selaku ketua KPU Nabire saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada petugas penyelenggara baik KPU itu sendiri, PPD, PPS dan KPPS. Banyak tantangan yang dihadapai, hambatan yang ada namun bisa dilalui,” ungkapnya.
Kata Petrus Rumere, dalam rekapitulasi hasil perhitungan suara itu, perlu menghargai mekanisme dan tata tertib. Salah satu yang ditegaskan Ketua KPU Nabire, yang berhak bersuara mengajukan keberatan adalah para saksi yang telah diberi mandate oleh Pengurus Parpol.
”Bila ada permasalahan administrative yang perlu diselesaikan secara objektif dan apa adanya, sehingga proses rekapitulasi berjaan baik dan selesai juga dengan baik,” pintanya.
“Buat kami KPU, hanya merekap hasil dan itu dilaksanakan secara terbuka dan transparan,” imbuhnya.
Diakui Petrus Rumere, sebenarnya melihat jadwal dari KPU Pusat dan Provinsi, rekapitulasi hasil suara tingkat kabupaten harus sudah selesai pada Senin (21/4). Namun karena sejumlah hal seperti peringatan Hari Paskah, dan ada sejumlah PPD yang belum menyelesaikan rekapitulasi maka KPU Nabire menunda hingga hari ini (kemarin, red).
“Hari ini kita akan maksimalkan untuk selanjutnya disetorkan ke KPU Provinsi,” katanya.
Lanjut Petrus Rumere, tahapan itu harus terus berjalan karena sudah diperhadapkan pada agenda nasinal yang lain yakni Pilpres9 Juli 2014 mendatang.
“Kita harus sepakat bahwa proses ini harus digiring diatas aturan, dengan demikian kita tidak akan disalahkan oleh aturan,” katanya.
“Memang ada catatan-catatan KPU disejumlah PPD, untuk itu mari kita lihat bersama, dan ita harus giring diatas aturan.Saya percaya utamanya pimpinan parpol bahwa ini merupakan proses pembelajaran politik buat kita, kita jugaperlu memberikan pelajaran politik yang baik buat masyarakat.Ini penting, ini pola dan system yang sudah daitur oeh Undang-undang, sehingga kita tidak bisa keluar dan menyimpang dari system itu.Ada yang menerima ada yang tidak, ada yang puas dan ada yang tidak, tetapi itulah system yang harus kita terima,” tuturnya.
“Kita akan rekap semua yang telah disepakati di tingkat PPD, bila ada ketidapuasan kita akan lihat dan turun satu tingkat dibawahnya.Kita giring agar hari ini dapat diseselasikan dengan baik dan yang penting Nabire harus aman,” imbuhnya.
Dijaga Ketat Aparat Keamanan
Sementara itu jalanya rekapitulasi perhitungan suara tersebut dijaga ketat oleh aparat keamanan dari Polres Nabire dan dibantu TNI dari Kodim 1705/Paniai dan Batalyon Infanteri (Yonif) 753/AVT.
Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea,S.Ik, Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene dan Wadanyonif 753/AVT, Mayor Inf. Bima S, turun langsung dalam pengamanan di Guest House.
Menurut Kapolres Nabire, pihaknya menurunkan 302 personel yang merupakan gabungan Polri dan TNI.
“Untuk pengamanan rekapitulasi ini kita turunkan 302 personel, dari Polres dan TNI (Kodim 1705/Paniai dan Yonif 753/AVT.Jumlah ini bisa saja ditambah nantinya melihat situasi yang berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu personel dari Yonif 753/AVT, mengatakan, Yonif menurunkan 1 Peleton dalam memback up aparat kepolisian guna pengamanan rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupaten di Guest House. Pantuan media ini, aparat keamanan baik TNI dan Polri terus berjaga-jaga baik dipintu masuk, halaman serta diluar pagar Guest House.
Sejauh ini situasi Guest House dan sekitarnya masih aman dan kondusif. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



