NABIRE – Kegiatan merehabilitasi Jembatan Kali Siriwini yang rusak dan kerap membuat adanya korban masyarakat, guru dan murid yang sering kali jatuh, akhirnya kini sudah direhab.

Rehabilitasi Jembatan Siriwini ini melibatkan 50 orang guru dan 50 murid SMAN 3. Serta melibatkan pemerintah dan masyarakat Kampung Sanoba.

Kegiatan rehab Jembatan Kali Siriwini merupakan salah satu kegiatan bhakti sosial yang dilaksanakan SMAN 3 Nabire dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 SMAN 3 Nabire dan juga HUT RI ke-76 di tahun 2021.

“Kami ingin merehab jembatan agar tidak ada lagi masyarakat, guru dan anak sekolah yang menjadi korban,” kata Kepala Sekolah SMAN 3 Nabire, Titis Sulistiowati, S.Pd, M.Si kepada Papuapos Nabire, Rabu (25/8/21).

Untuk itu dengan hasil sumbangan guru, komite dan modal dari Koperasi sekolah, kini Jembatan siriwini sudah baik. Dan lokasi sekitarnya yang dijadikan tempat pembuangan sampah kini sudah bersih dan rapi.

Pada gelagar jembatan dicat dan langsung dipasangkan umbul-umbul guna memberikan warna pada jembatan.  Karena pada awalnya jembatan ini membuat orang menjadi takut, tetapi saat ini lebih nyaman.

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar tidak lagi merusak umbul-umbul yang ada. Dan juga tidak lagi membuang sampah di pinggiran jembatan, karena akan mengeluarkan aroma bau tidak sedap.(des)