NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) untuk periode 2025-2029 di Aula RRI Nabire pada Selasa, (19/8/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk menjaring masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat demi menyempurnakan RPJMD. Diharapkan dapat menjadi pedoman pembangunan yang implementatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Bappeda sebagai koordinator perencanaan dan penyampai informasi hasil pembangunan. Ia memaparkan capaian pembangunan Nabire selama tiga tahun terakhir. Sekaligus menginformasikan tahapan penyusunan RPJMD yang sedang berlangsung. Mulai dari persiapan, rancangan awal, hingga penyempurnaan rancangan akhir yang diharapkan selesai pada Agustus ini.

Dr. H. Mukayat juga mempresentasikan indikator makro pembangunan Kabupaten Nabire. Ia menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus menunjukkan tren kenaikan, mencapai 72,28 pada tahun 2024. Prestasi ini menempatkan Nabire di posisi kedua setelah Timika di Provinsi Papua Tengah.

Kenaikan IPM ini didukung tiga komponen utama, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini menunjukkan pembangunan di Nabire berjalan sesuai harapan. Selain itu, angka harapan hidup penduduk juga mengalami peningkatan, dari 68,73 persen pada tahun 2023 menjadi 68,83 persen tahun pada tahun 2024, yang mengindikasikan perbaikan layanan kesehatan di daerah tersebut.

Namun, terdapat tantangan yang menjadi fokus perhatian, yaitu penurunan angka kemiskinan. Meskipun angka kemiskinan ekstrem sudah turun menjadi 3%, namun kemiskinan secara umum masih menjadi kendala. Hal ini mendorong Bappeda untuk berupaya maksimal agar target penurunan kemiskinan bisa tercapai di masa mendatang.

Data lain yang dipaparkan adalah terkait pertumbuhan ekonomi yang melambat pada tahun 2021, namun kembali naik menjadi 3,78 pada tahun 2024. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) juga menunjukkan tren peningkatan, mengonfirmasi bahwa peredaran uang di Nabire mencapai triliunan rupiah.

Sementara itu, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya menegaskan visi dan misi pembangunan untuk periode keduanya. Ia menekankan dua hal utama yang harus dijaga, keamanan dan kebersihan. Menurutnya, keamanan merupakan kebutuhan dasar yang menjadi prasyarat bagi terwujudnya semua sektor pembangunan.

Bupati Mesak juga menyoroti masalah pendidikan dan ketersediaan guru, terutama di daerah-daerah pedalaman seperti Distrik Dipa dan Menou. Ia berkomitmen untuk meninjau kembali penempatan guru dan mengupayakan pembangunan asrama kecil di perkotaan untuk anak-anak dari daerah terpencil. Sehingga mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.

Lebih lanjut Bupati Mesak juga membagi fokus pembangunan ke dalam tiga zona, pesisir dan kepulauan, perkotaan, dan pegunungan. Alokasi anggaran, baik untuk pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi, akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing zona. Ia juga berjanji akan mengawal ketat pengelolaan dana desa dan memastikan para kepala desa tinggal di kampung masing-masing.

Selain pendidikan, bupati juga menyoroti sektor ekonomi kerakyatan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal, seperti perikanan di wilayah Teluk Umar. Ia berharap agar hasil-hasil produksi ini dapat dipasarkan di Nabire. Sehingga peredaran uang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Sambutan juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Nabire, Nancy Karolin Worabay, S.Sos., M.Ip. Ia menekankan RPJMD harus selaras dengan visi, misi, dan aspirasi masyarakat. Ia juga berharap forum Musrenbang ini dapat menghasilkan keselarasan antara program APBD dengan pencapaian sasaran RPJMD.

Ketua Panitia, Zaekus Petege, S.Sos, MP, menjelaskan, Musrenbang ini merupakan tahapan ke-12 dari 17 tahapan yang harus dilalui dalam penyusunan RPJMD. Ia menegaskan, perencanaan pembangunan daerah harus disusun dengan empat pendekatan, yaitu teknokratis, partisipatif, politis, dan bottom-up/top-down.

Dengan visi "Nabire Maju Damai Mandiri Sejahtera Secara Berkelanjutan," Bupati Mesak Magai memiliki lima misi utama, yang mencakup pembangunan SDM, penguatan ekonomi, infrastruktur, kestabilan keamanan, dan reformasi birokrasi. Visi dan misi ini menjadi acuan utama bagi seluruh program pembangunan di Nabire selama lima tahun ke depan.(sam)