PYHC Mimika Apresiasi Pemprov Papua Tengah dan Siap Berkolaborasi
NABIRE - Koordinator Daerah (Korda) Mimika Papua Youth Creative Hub (PYCH), Firsa Lakobal, saat bertandang ke Kantor Redaksi Papuapos Nabire, Selasa (18/02/25) kepada wartawan mengatakan, kehadiran PYHC sejak tahun 2019, khusus untuk wilayah Mimika Provinsi Papua Tengah masih berjalan eksis dan dirinya selaku Korda PYHC Mimika memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, karena sejak dari terbentuknya PYHC ini, pemerintah tidak melepas begitu saja dan terus berupaya berkolaborasi dengan PYHC untuk mengembangkan kreativitas anak-anak Papua kedepan.

NABIRE - Koordinator Daerah (Korda) Mimika Papua Youth Creative Hub (PYCH), Firsa Lakobal, saat bertandang ke Kantor Redaksi Papuapos Nabire, Selasa (18/02/25) kepada wartawan mengatakan, kehadiran PYHC sejak tahun 2019, khusus untuk wilayah Mimika Provinsi Papua Tengah masih berjalan eksis dan dirinya selaku Korda PYHC Mimika memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, karena sejak dari terbentuknya PYHC ini, pemerintah tidak melepas begitu saja dan terus berupaya berkolaborasi dengan PYHC untuk mengembangkan kreativitas anak-anak Papua kedepan.
Katanya, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpers) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, PYHC ikut andil dalam hal tersebut. Dimana, fasilitas ini memberikan ruang bagi pemuda-pemudi Papua untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di berbagai bidang, seperti di bidang fesyen, industri kreatif, peternakan dan perikanan.
“Saya apresiasi pak Jokowi, walaupun dia orang Jawa tapi dia bisa membuat Inpres untuk kami, karena menurutnya di Papua banyak potensi anak-anak muda Papua, saya kutip salah satu bunyi Inpres nomor sembilan, bersama dengan menteri pendidikan, menteri riset teknologi, menteri perumahan rakyat dan menteri kesehatan, pengelolaan dan penguatan inovatif creative harus melibatkan kaum muda Papua atau Papua Youth Creative Hub dan ini wadah besar kita,” ungkapnya.
Lanjut Firsa, PYCH ini wadah yang menjadi milik anak-anak muda Papua, cuma saat ini banyak anak-anak muda Papua yang belum memahami bahwa tantangan kedepan semakin sulit. Masih banyak anak-anak Papua yang masih terobsesi bersekolah hanya untuk menjadi pegawai, padahal peluang di Papua ini banyak.
Menurutya, anak-anak Papua harus menjadi tuan di negerinya sendiri, dengan kemampuan yang dimilikinya, baik di bidang kreatifitas dan inovatif. Sasaran dari kehadiran PYHC ini adalah UMKM, pendidikan dan kesehatan, industri kreatif, perikanan, pertanian dan Perkebunan serta pengadaan barang dan jasa.
“Kami sudah ketemu dengan Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, untuk merespon terkait kehadiran PYCH. Kehadiran Makan Bergizi Gratis atau MBG untuk anak sekolah, yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, mungkin merupakan program yang baik. Dan PYCH menyambut baik hal ini, kami anak Papua itu mampu, masalah makan itu penting sekali, tetapi kami mau program MBG di Papua ini dikelola langsung oleh anak-anak Papua, sehingga ada keberpihakan kepada anak-anak Papua dan kami pasti siap,” tuturnya.
Ia berharap, program MBG untuk di Papua, berikanlah kepada anak-anak asli Papua yang mengelolanya. Dengan cara memberikan peluang sebesar-besarnya kepada anak-anak Papua untuk berkreasi dan menjadi tuan di negerinya sendiri. Dengan memberdayakan petani, peternak, nelayan asli Papua yang juga adalah pelaku-pelaku usaha. Sehingga, perekonomian di Papua semakin maju dan dampaknya terasa hingga ke kampung-kampung.
“Jika program MBG ini tersistim dengan baik, mulai dari ketersediaan bahan makanan, contohnya dari kebun, ke penadah, kemudian ke produksi berjalan dengan berkesinambungan, pasti itu semua akan berjalan dengan baik. Kalaupun, mungkin Papua belum mampu mengelola semuanya, minimal produk lokal Papua semuanya dibeli oleh pemerintah dan sisanya diambil dari luar,” paparnya.
“Saya ingatkan kepada anak-anak Papua untuk kita harus siap, jangan rasa aman, kebun banyak mari kita tanam dan saya apreasiasi beberapa OPD di Papua Tengah. Sebenarnya, mereka mau memberdayakan anak-anak Papua yang betul-betul mampu dan bisa berkreasi dan berinovasi. Dengan adanya kehadiran PYCH ini mari kita sama-sama bergabung dan memajukan Papua kedepan, khususnya Papua Tengah,” pungkasnya. (cad/feb)
Bagikan artikel ini



