Puluhan Anak Yatim Terima Santunan pada Muharam di Makimi
NABIRE - Sebanyak 61 anak yatim di Distrik Makimi menerima santunan. Santunan ini dilaksanakan pada peringatan tahun baru Islam, 1 Muharam 1446 H yang dipusatkan di Masjid Al-Istiqomah Kampung Maidey Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, pada Minggu (14/07/2024).

NABIRE - Sebanyak 61 anak yatim di Distrik Makimi menerima santunan. Santunan ini dilaksanakan pada peringatan tahun baru Islam, 1 Muharam 1446 H yang dipusatkan di Masjid Al-Istiqomah Kampung Maidey Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, pada Minggu (14/07/2024).
Sejumlah anak yatim itu berasal dari Kampung Biha, Lagari Jaya, Maidey dan Kampung Manunggal Jaya. Sementara pemberi santunan terdiri dari Muslimat NU, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammadiyah, Aisyiyah, Majelis Taklim Jamiyatun Nisa, kerukunan dan sejumlah donatur sebagai relawan sosial.
Ketua panitia, Khairul Anwar dalam sambutannya berpesan, kegiatan keagamaan dan sosial ini semoga berkelanjutan. Menyantuni anak yatim adalah tugas bersama. Dirinya berterimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk kegiatan ini.
Wakil Ketua I Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) sekaligus Ketua Umum Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Nabire, H. Aziz Baharuddin, S.Kom, mengapresiasi remaja mesjid yang berkreasi, mengembangkan potensi serta beraktivitas secara mandiri.
Sebagai generasi penerus, masih menurutnya, peran remaja mesjid sangat penting untuk meningkatkan pemahaman guna menghadapi era globalisasi informasi dan budaya.
Remaja mesjid sebagai perisai dan penjaga akidah Islamiah, "Saya bangga, karena remaja mesjidlah yang akan melanjutkan perjuangan kita sebagai orang tua," katanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nabire, K.H. Rohimin Abdur Rohman dalam ceramahnya mengajak kepada masyarakat agar selalu patuh pada pemuka agama.
Kyai, biksu, pastur, pendeta maupun cendekiawan, merekalah yang menjalankan tugasnya memberikan pelayanan, bimbingan dan juga ketauladanan pada pengikutnya. "Berkah itu tidak jauh dari ulama," tegasnya.
Selain itu, masih menurutnya, dirinya mengajak kepada jemaah untuk senantiasa menghormati kyai setempat. Karena yang berjasa di masyarakat adalah ulama setempat. "Muliakanlah ulama yang datang dari jauh, tapi jangan lupa hormati ulama setempat," tambahnya.
Sebagai pemandu santunan anak yatim, pimpinan Muslimat NU Nabire Hj Siti Qomariah, S.Pd, mengatakan kegiatan santunan ini harus terus berlanjut. Bukan pada bulan Muharam saja, karena mereka juga membutuhkan di bulan selainnya. Hanya saja, pemberian santunan di panggung ini menjadi terakhir kalinya. Selanjutnya, santunan akan diberikan langsung menuju rumah anak yatim.
Sekedar diketahui, hadir dalam peringatan ini Kapolsek Makimi Iptu I Ketut Suwardana, S.Sos, Ketua GP Ansor Nabire, M. Kusidi Al-Lugos, Kepala Kampung Lagari Jaya Abdul Gopur dan tamu undangan lainnya. Acara ini dimeriahkan oleh Group Kasidah Al-Barokah SP 2. Banser NU, Pagar Nusa, komunitas Orari dan karang taruna, bersinergi menjaga ketertiban.(muh)
Bagikan artikel ini



