NABIRE - Puasa dan pantangan 40 hari kedepan bagi umat Katolik Paroki ST. Yosep Nabire Barat dirayakan Rabu Abu dengan ditandai terima abu di dahi. Hal ini sesuai pantauan awak media ini, bertempat di Gereja Katolik Paroki St. Yosep Nabar sore kemarin.

Perayaan misa ekaristi Rabu Abu ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, Pastor Ottovianus Taena Pr. Dalam khotbah, memberikan pencerahan hati kepada umat, dengan mengatakan makna ‘Rabu Abu’ dalam Gereja Katolik sebagai simbol penebusan dosa-dosa yang dijadikan sakramental dengan restu gereja.

Seusai perayaan misa ekaristi Rabu Abu, Pastor Paroki menjelaskan bahwa Rabu Abu bagi umat gereja Katolik adalah sebuah kesempatan yang bagus, agar umat merefreksikan diri mampu untuk melihat kembali kedalaman hatinya, sejauhmana ia dekat dengan Allah.

“Kalau ia selama ini jauh dengan Tuhan, jauh dengan Allah, maka Rabu Abu masa pra Paskah pada 40 hari kedepan ini adalah masa retret agung supaya umat beriman orang katolik merenungkan tentang peristiwa pengorbanan Yesus,” jelasnya.

Tadi, imbuhnya, betul-betul merenungkan kasih Tuhan yang mau mengorbankan diri kepada kita umat manusia. Dan melalui abu juga, makna Rabu abu itu sebagai tanda mengingatkan bahwa, kita berasal dari tanah atau abu dan akan kembali menjadi abu atau tanah.

“Puasa dan pantangan itu, kita lakukan hari Rabu abu dan Jumat agung.

Sedangkan pantang lainnya, itu setiap hari kita lakukan makan kenyang satu kali sehari,” pungkasnya.(modes)