NABIRE - Bertempat di Hotel Mahavira Jalan Ampera Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (18/4/2024) pukul 13.40 WIT, setelah mewawancarai Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Tengah.


Ham Nawipa mengatakan, program Kominfo di Papua Tengah, sudah satu tahun dikerjakan, pemerintah sudah menyiapkan sesuai dengan arahan dari Pj Gubernur, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,MM dan juga Kominfo termasuk yang ke-12 pelayanan publik.


"Dalam publikasi kami, apa yang disampaikan dan apa yang kami lakukan dalam pelayanan publik terutama di jaringan internet, sebab dalam komunikasi atau dalam pembangunan ini diutamakan adalah Kominfo," ujarnya.


Dirinya menambahkan, dinamika yang sekarang sedang berkembang, Kominfo berusaha agar bisa bekerja sama dengan teman-teman yang lain termasuk para wartawan. Bagaimana caranya kita arahkan kepada seluruh masyarakat dan kita juga memberitahu kepada siapa saja, baik media maupun komunikasi biasa menyampaikan agar bisa dimengerti dan dipahami, mana yang Hoax dan mana yang bukan.


Tambahnya lagi, kendala-kendala baru seperti fasilitas belum siap dan juga tenaga-tenaga spesialis belum ada, namun itu bukan masalah, dan langkah-langkah yang dilakukan adalah mengusahakan untuk membangun informasi komunikasi dan sedang memprioritaskan bagaimana jaringan bisa menyebar dan bisa diterima oleh masyarakat.


Imbuh Ham Nawipa, kerjasama dengan mitra itu sangat penting, tetapi dalam perjalanannya pasti ada kekurangan, dan targetnya semua jaringan terutama informasi hoax, maka dari itu semua harus bekerja sama. "Hoax itu harus bisa ditangani, contohnya isu noken yang saat ini berkembang,"`ujarnya.(joseph)