NABIRE - Kampung Kalisemen telah menunjukkan langkah nyata dalam upaya penguatan ekonomi lokal melalui program inovatif ternak ayam potong yang sukses dijalankan sepanjang tahun 2024. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga secara fundamental membangun kemandirian ekonomi masyarakat, sepenuhnya didanai dari alokasi dana kampung. 

Kepala Kampung Kalisemen, Sudiro, SE, dalam keterangannya kepada Papuapos Nabire, di Kantor DPMK pada Senin (21/10/2025), mengungkapkan keberhasilan tahap awal program ini. 

"Kami telah membagikan total 4.300 ekor ayam potong yang didistribusikan kepada tujuh kelompok peternak di Kalisemen," ujar Sudiro, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana kampung untuk kesejahteraan warga.

Pembagian bibit ayam ini dilakukan secara merata namun proporsional, di mana setiap kelompok menerima alokasi bervariasi antara 500 hingga 700 ekor ayam. Distribusi yang merata ini memastikan bahwa manfaat ekonomi dari program ini dapat dirasakan oleh banyak keluarga dan mendorong semangat gotong royong antar kelompok dalam mengelola ternak mereka.

Sudiro menjelaskan, tujuan utama dari program ternak ayam potong ini adalah untuk membantu dana kampung. Artinya hasil panen dan penjualan dari ternak ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kas kampung yang kemudian dapat diputar kembali untuk program pembangunan lainnya. Model ini dirancang untuk menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada transfer dana dari pusat.

Menyadari bahwa usaha peternakan memiliki tantangan, Sudiro juga menyampaikan kebijakan dukungan dan pendampingan yang fleksibel bagi para peternak. 

"Peternak kami beri jangka waktu satu tahun untuk berusaha. Apabila dalam jangka waktu tersebut mereka belum berhasil mencapai hasil optimal, program ini masih bisa dilanjutkan," jelasnya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah kampung untuk memastikan setiap kelompok memiliki kesempatan kedua.

Fleksibilitas ini merupakan kunci penting dalam menumbuhkan mental wirausaha di kalangan warga kampung, menghilangkan kekhawatiran akan kegagalan dan mendorong mereka untuk terus belajar dan berinovasi dalam teknik beternak yang lebih efektif. Dukungan jangka panjang ini diharapkan dapat melahirkan peternak ayam potong yang tangguh dan profesional di Kalisemen.

Secara keseluruhan, program ternak ayam potong di Kampung Kalisemen ini menjadi contoh inspiratif bagaimana dana kampung dapat dimanfaatkan secara produktif untuk membangun pilar ekonomi berbasis sumber daya lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi kampung-kampung lain yang ingin mencapai kemandirian ekonomi.(sam)