Program Pemerintah Targetkan Nol Sampah TPA pada 2030

NABIRE - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) gencar meluncurkan berbagai program strategis untuk mencapai target, yaitu menutup seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia pada tahun 2030.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola sampah secara mandiri, dengan fokus utama pada pengurangan sampah dari sumbernya.
Dimana, program ini menekankan pentingnya daur ulang dan pemanfaatan kembali limbah yang bisa dikelola, seperti plastik, botol dan kertas karton.
Kepala DLH Nabire, Arfan Natan Palumpun, S.T., M.T., menjelaskan program ini sangat relevan mengingat kondisi saat ini. "Kabupaten Nabire setiap harinya menghasilkan 71,3ton sampah yang dibuang ke TPA," ujarnya.
Oleh karena itu, pengurangan sampah menjadi prioritas utama. Salah satu inisiatif yang berhasil dijalankan adalah kerja sama dengan para pengepul sampah, khususnya untuk limbah karton.
Arfan mencontohkan, banyak pengepul di Nabire yang berhasil mengolah limbah karton menjadi produk bernilai ekonomi. "Karton-karton bekas ini diolah kembali menjadi rak telur," katanya.
Inisiatif ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah di TPA, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. "Kami melihat sendiri hasil penimbangan dari pengurangan sampah karton ini, sangat membantu kami," tambahnya.
Proses pengolahan limbah karton menjadi rak telur di Nabire kini sudah berjalan secara terstruktur. Sampah karton yang biasanya dibuang kini dikumpulkan dan diproses oleh para pengepul. Pemanfaatan limbah ini menunjukkan bahwa sampah memiliki potensi besar jika dikelola dengan benar, alih-alih hanya menumpuk di TPA.
Yang lebih menggembirakan, produk rak telur dari Nabire ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki pasar yang luas. "Ada permintaan dari luar, rak telur itu diminta ke Jayapura," ungkap Arfan. Bahkan, setiap minggunya, pengepul harus mengirimkan dua kontainer rak telur ke Jayapura untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini menunjukkan keberhasilan program pemerintah dan inisiatif daerah dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Keberhasilan program di Nabire ini menjadi bukti nyata bahwa target penutupan TPA pada tahun 2030 bukanlah hal yang mustahil. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, Masyarakat dan sektor swasta, pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan dapat diwujudkan di seluruh Indonesia. Inisiatif seperti ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan.(sam)
Bagikan artikel ini



