Produksi Sampah Di Nabire 181,8 Kubik Perhari
NABIRE - Produksi sampah yang dihasilkan warga di Kota Nabire mencapai volume sampah sebanyak 181,8 kubik per hari. Sementara kemampuan pemerintah daerah untuk mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir hanya 50 kubik perhari atau sekitar 30 persen dari jumlah vulume sampah per hari.

NABIRE - Produksi sampah yang dihasilkan warga di Kota Nabire mencapai volume sampah sebanyak 181,8 kubik per hari. Sementara kemampuan pemerintah daerah untuk mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir hanya 50 kubik perhari atau sekitar 30 persen dari jumlah vulume sampah per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay dalam rapat panitia peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Provinsi Papua di Nabire yang digelar di ruang pertemuan Kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Nabire, Rabu (9/2) mengungkap, berdasarkan perhitungan volume sampah per hari di Kota Nabire, ternyata produksi sampah yang dihasilkan warga di kota ini sebanyak 181,8 meter kubik. “Ini hasil perhitungan dari orang-orang yang berpengalaman di dalam menghitung valume sampah,” jelasnya.
Bonay menambahkan, volume produksi sampai yang dihasil di kota ini tidak sebanding daya angkutan yang tersedia di DLH Kabupaten Nabire. Karena, baru memiliki 4 truck pengangkut sampah sehingga sampah yang masih tersisa sebanyak 130 meter kubik lebih.
Disamping terbatasnya armada pengangkut sampah, Bonay menambahkan, kemampuan dana yang tersedia juga menjadi kendala tersendiri. Karena DLH mendapat dana Rp 2 miliar saja dan dari jumlah dana tersebut, sebagian besar untuk membayar honor tenaga kebersihan sehingga untuk biaya operasional dan angkutan masih kurang.
Menurutnya, dengan dana yang terbatas setiap tahun anggaran, mustahil produksi volume sampah seperti itu dapat terangkut seluruhnya. Bonay mengungkap, di daerah lain pemerintah mengalokasikan dana yang besar untuk kebersihan, Kabupaten Biak Numfor misalnya mengalokasi dana lebih dari Rp 10 miliar untuk kebersihan lewat DLH.
Kendati demikian, untuk pengangkutan sampah di kota ini, kata Bonay, sejak awal tahun ini ada bantuan peralatan angkutan sampah dari Detazemen Zeni Tempur (Denzipur) 10 OHH Nabire. Denzipur 10 Nabire sudah ada kerja sama dengan pemerintah.
Oleh sebab itu, ketika Panitia Peringatan HPSN dalam rangkaian kegiatannya untuk kebersihan di dalam kota Nabire, Ketua Panitia HPSN ini fasilitas angkutan sampah dari Denzipur 10 OHH tidak sewa tetapi yang perlu diperhitungkan adalah sewa angkutan dari luar DLH dan Denzipur 10 Nabire. (ans)
Bagikan artikel ini



