Posyandu Garda Terdepan! 200 Kader di Nabire Diasah untuk Perang Lawan Stunting

NABIRE - Sebanyak 200 kader Posyandu dari sembilan distrik di Kabupaten Nabire mengikuti pelatihan akbar yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para relawan kesehatan masyarakat tersebut, menjadikan mereka ujung tombak yang tangguh dalam upaya krusial, penanganan stunting dan pembagian makanan bergizi di tingkat kampung.
Fokus pelatihan yang bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Penanganan Stunting dan Pemberian Makanan Bergizi’ ini menekankan bahwa masalah gizi kronis pada anak (stunting) harus dilawan dari hulu dan peran kader Posyandu adalah kunci vitalnya.
Sekretaris DPMK Kabupaten Nabire, Fransiskus Magai, S.Sos., saat membacakan laporan panitia, menegaskan betapa sentralnya posisi kader. "Kader Posyandu adalah relawan yang secara sukarela membantu menjalankan Posyandu. Peran utama mereka adalah penyuluh, pelaksana dan penggerak pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat kampung," ujarnya.
Magai menekankan bahwa dalam konteks stunting, kader adalah garda terdepan. Tugas mereka mencakup pemberian informasi, pemantauan tumbuh kembang anak dan yang paling penting, mendorong keluarga agar aktif terlibat dalam pencegahan stunting, salah satunya melalui penyediaan makanan bergizi.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (19/11/2025), di Auditorium LPP RRI Nabire, Jalan Merdeka. Antusiasme terlihat jelas dengan hadirnya 200 kader Posyandu yang mewakili sembilan distrik, meliputi Nabire, Teluk Kimi, Wanggar, Yaro, Uwapa, Makimi, Nabire Barat dan Siriwo.
Pelatihan ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pencegahan stunting, dengan harapan pengetahuan yang didapat segera dapat diaplikasikan secara nyata dalam tugas dan peran mereka di Posyandu masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran, dorongan motivasi serta penguatan komitmen. Diharapkan, setelah acara ini, kader Posyandu semakin mencintai tugasnya dan semakin kompak dalam mengatasi stunting di Kabupaten Nabire.

Mewakili Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., Kepala DPMK Kabupaten Nabire, Pelimon Madai, S.Th., M.Th., secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Pilemon Madai menyebut fasilitasi ini sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis keluarga.
Kepala DPMK menyoroti tiga poin penting, di antaranya pertama, meningkatkan kapasitas kader dalam penanganan stunting dan pembagian makanan bergizi. Kedua, menguatkan koordinasi dan sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan ketiga, mendorong inovasi gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan keluarga.
"Saya berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang penguatan kapasitas, motivasi dan komitmen bagi seluruh kader. Mari kita wujudkan keluarga Nabire yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera," tegas Pilemon.

Ia juga meminta seluruh OPD untuk meningkatkan kolaborasi dengan TP-PKK demi mewujudkan Nabire yang unggul dan berdaya saing.
Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, acara dilanjutkan dengan penyerahan makanan pokok atau Sembako secara simbolis kepada kader Posyandu, sesi foto Bersama dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, Supriyanto.
Kegiatan strategis ini dibiayai oleh Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan Khusus yang tertuang dalam DPA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire tahun 2025.(sam)
Bagikan artikel ini



