NABIRE - Bertempat di Aula Polsek Nabire Barat, Senin (5/9) para personil Kepolisian Sektor Nabire Barat mendapat Sosialisasi Penyakit “Leptospirosis” (penyakit kencing tikus). Sosialisasi Penyakit Leptospirosis tersebut digelar oleh Ikatan Mahasiswa Pemuda Indonesia Timur (IMPIT). Turut hadir dalam Sosialisasi tersebut, Kapolsek Nabire Barat, IPDA Hendry J. Manurung, S.Sos, dan para pembicara dari IMPIT yakni, Irmawati dan Fen Faninggiran. Dalam Sosialisasi tersebut, Irmawati mengatakan, penyakit Leptospirosis atau kencing tikus ini merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya, karena apabila sudah terinfeksi masanya cuma 60 hari. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Thailand pada tahun 1986, sedangkan di Indonesia sendiri penyakit tersebut masuk pada tahun 2009 di pulau Jawa, 2010 di Pulau Sulawesi, 2011 di pulau NTT dan NTB, sedangkan di tahun 2013 masuk pulau Maluku. Menurutnya, proses penularan penyakit kencing tikus melalui kontak dengan air, tanah, dan tanaman, penghirupan udara berjarak kurang lima Meter. Dimana, gejala-gejala penyakit kencing tikus ini adalah demam tinggi, disertai dengan menggigil, sakit kepala, lemah, letih, lesu, peradangan pada kelopak mata, nyeri pada punggung dan betis. Sementara itu, Kapolsek Nabire Barat, Iptu Hendry J. Manurung, S.Sos mengatakan, dirinya selaku Kapolsek Nabire Barat mengucapkan terima kasih kepada IMPIT yang telah memberikan sebuah pengetahuan baru tentang penyakit Leptospirosis kepada para personil Polsek Nabire Barat. Yang mana, penyakit tersebut merupakan jenis penyakit yang baru diketahui dan hal ini patut dicegah untuk demi menjaga agar para personil Polsek Nabire Barat khususnya dan masyarakat Nabire pada umumnya bisa terhindar dari penyakit tersebut.(cad)