Polres Publish Ranmor Hasil Ops Zebra, Ungkap Kasus Curanmor

NABIRE - Kepolisian Resor (Polres) Nabire menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas dan tindak kejahatan jalanan serta kejahatan dengan mengunakan Ranmor. Untuk itu, Rabu (3/12/2025), sekitar pukul 10.30 WIT, Polres Nabire secara resmi merilis puluhan atau sekitar 51unit, termasuk 11 Ranmor yang berhasil diamankan dalam berbagai kegiatan kepolisian lainnya, yang telah dikembalikan kepada pemiliknya.
Puluhan Ranmor tersebut merupakan hasil dari rangkaian Operasi Zebra Noken 2025, razia kendaraan rutin yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire hingga hasil pengungkapan kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dan kasus jalanan lainnya.
Selain itu, sebagian kendaraan juga diamankan dari kegiatan penertiban serta penindakan pelanggaran lain di wilayah hukum Polres Nabire. Hal ini seperti ditegaskan, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dalam keterangannya kepada awak media di halaman Parkir Satlantas Polres Nabire.
Dikatakannya, kegiatan hari ini merupakan bentuk transparansi kepolisian sekaligus upaya mengembalikan kepercayaan dan kendaraan kepada pemilik sahnya.
“Puluhan kendaraan ini merupakan hasil kerja keras jajaran Polres Nabire dalam beberapa minggu terakhir. Ada yang berasal dari Ops Zebra, ada juga dari hasil razia dan pengungkapan kasus Curanmor. Kami berharap pemilik kendaraan dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil kembali kendaraannya dengan membawa bukti kepemilikan,” ujar mantan Kapolres Dogiyai itu.
Ditegaskan Samuel Tatiratu, pihaknya terus meningkatkan langkah-langkah preemtif, preventif dan represif untuk menurunkan angka kecelakaan serta mengungkap tindak pidana di wilayah hukum Polres Nabire, Polda Papua Tengah.
Menurutnya, banyaknya kendaraan yang diamankan menunjukkan masih tingginya pelanggaran lalu lintas maupun aktivitas kriminal terkait Ranmor.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas serta meningkatkan kewaspadaan. Kerja sama masyarakat sangat penting untuk menekan angka kejahatan, khususnya Curanmor,” tambahnya.
Kapolres Nabire juga memastikan bahwa proses pengembalian kendaraan akan dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur, dengan pemeriksaan identitas serta dokumen kepemilikan untuk menghindari penyalahgunaan.
Kegiatan ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama mereka yang dalam beberapa waktu terakhir kehilangan kendaraan. Banyak warga yang mendatangi lokasi rilis untuk mengecek kemungkinan kendaraannya berada dalam daftar barang bukti tersebut.
Dengan keberhasilan ini, Polres Nabire berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mendorong terciptanya situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang lebih kondusif di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Salah satu warga, Frangki Pigome, memberikan apresiasi atas kinerja pihak Polres Nabire dengan telah berhasil mengungkap dan mengamankan sejumlah barang bukti Ranmor tersebut.
“Kami, khususnya saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Nabire dan Kapolda Papua Tengah dengan Upaya yang telah dilaksanakan ini, semoga Kamtibmas ke depan Nabire utamanya lebih kondusif lagi,” harapnya.
Dalam rilis tersebut, AKBP Samuel Tatiratu, didampingi Wakapolres Nabire, Kompol Dr. Piter Kendek, Kasat Reskrim Iptu Habibie Cendrawasih Solosa, S.TrK., M.H., Kasat Lantas Iptu Exaudio PR Hasibuan, S.TrK., M.H., Kabag Ops, dan Kasi Propam Polres Nabire.(wan)
Bagikan artikel ini



