Polres Amankan Aksi LMA Suku Mee Ogeiye Soal Tapal Batas Mee–Kamoro

NABIRE – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nabire, Polda Papua Tengah melaksanakan pelayanan pengamanan aksi unjuk rasa dari Lembaga Masyarakat Adat Suku Mee Ogeiye (LMA-O) ‘Diyoweitopoke’, yang menyuarakan penyelesaian tapal batas adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro di Distrik Kapiraya.
Kegiatan diawali apel kesiapan dipimpin Wakapolres Nabire Kompol Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., mewakili Kapolres Nabire. Sebanyak 4 regu UKL Polres Nabire, 2 SST Brimob Yon A, 2 SST Brimob Pas III Pelopor, 1 SST Dalmas serta personel gabungan diterjunkan untuk memastikan situasi aman dan tertib.

Pada pukul 08.00 WIT massa aksi mulai berkumpul dan melakukan orasi di Jalan Jenderal Sudirman. Personel Polres Nabire melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas serta imbauan Kamtibmas agar aksi berlangsung tertib. Massa yang mencapai sekitar 100 orang, kemudian melakukan long march menuju Kantor DPR Papua Tengah.
Setiba di Kantor DPR Papua Tengah, massa diterima sejumlah anggota DPR Papua Tengah dan menyerahkan surat pernyataan sikap berisi 12 poin terkait penetapan tapal batas adat, penegakan hukum atas konflik di Kapiraya, pelarangan tambang dan logging ilegal hingga pemulihan fasilitas umum.

Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berlangsung aman, tertib dan kondusif hingga selesainya penyampaian aspirasi.(wan)
Bagikan artikel ini



