NABIRE - Berkaitan dengan hilangnya Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Nabire, Manfred Madai sejak Kamis malam (14/5) yang lalu, hingga kini Kepolisian Resor Nabire melalui Satuan Reserse Kriminal Pores Nabire masih terus mencari dan melakukan penyelidikan, serta investigasi mendalam terhadap kasus tersebut. Dikatakan Kapolres Nabire, AKBP. H.R.Situmeang, S.Ik.,MH, Rabu (20/5) saat ditemui wartawan di Mapolres Nabire, awal mula kasus tersebut terjadi pada Jumat (15/5), dimana pihak keluarga melaporkan kepada Polres Nabire, salah satu anggota keluarga mereka atas nama Manfred Madai dilaporkan hilang. Dimana, berdasarkan laporan keluarga tersebut, akhirnya pihak Kepolisian langsung mengambil tindakan yakni mencari, serta melakukan investigasi di lapangan terkait hilangnya, Manfred Madai.Tidak berselang lama, akhirnya pihak Kepolisan Resor Nabire berhasil menangkap teman korban yakni seorang wanita berinisial WK, yang diduga pada malam Kamis tersebut korban keluar bersama teman wanitanya tersebut. Namun, perlu diketahui bahwa, awalnya penangkapan WK tersebut justru bukan karena kasus hilangnya Ketua DPD PAN Nabire, justru WK tersebut ditangkap lantaran, telah menjadi Target Operasi (TO) dari Satuan Reserse Narkoba Polres Nabire, karena telah terlibat dalam kasus Narkoba. “Kami sudah ambil keterangan dari wanita tersebut (WK) terkait hilangnya Manfred Madai. Dan pada saat kita tangkap WK ini, Jumat (15/5) kita (polisi)  menemukan ada 14 paket ganja yang sudah dimasukkan ke plastik, kebetulan penangkapan WK tersebut ada sangkut paut dengan hilangnya saudara Manfred Madai, dan berdasarkan keterangan beberapa saksi korban, bahwa malam kejadian itu, saudara Manfred Madai bersama WK keluar dari rumah, dan ketika kembali ke rumah korban, justru hanya WK yang sendiri kembali dengan Mobil Avansa milik korban, dan tanpa ditemani oleh Manfred Maday,” terang Kapolres.Disinilah, lanjutnya, awal mula kehilangan Ketua DPD PAN Nabire, yang hingga saat ini belum ditemukan. Apakah yang bersangkutan sudah tiada atau masih hidup, dan sampai saat ini masih terus kami selidiki. Karena kalau dikatakan mati jasadnya pasti ada, tetapi sampai saat ini masih belum ditemukan jasadnya. “Inilah yang masih kami dalami dan kami kembangkan terhadap kasus hilangnya saudara Manfred Madai ini,” tutur Kapolres Nabire. Katanya, menurut pengakuan Tersangka WK setelah diinterogasi oleh pihak kepolisian, bahwa WK mengaku telah melakukan penganiayaan terhadap Korban Manfred Madai. Setelah sebelumnya sempat terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban. Dan setelah WK melakukan penganiayaan tersebut, Pelaku WK langsung pergi meninggalkan korban, tanpa mengetahui korban tersebut hidup atau mati. Inilah menurut keterangan Pelaku WK tersebut, namun kami (polisi) masih menyelidiki kasus tersebut, karena disinyalir penganiayaan tersebut dilakukan lebih dari satu orang. Lanjut Kapolres, pada saat pihaknya melakukan pra rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terletak di Pantai Tiba Lakukan yang berlokasi di Kalibobo, tidak ditemukan tanda-tanda adanya jasad atau mayat Manfred Madai, padahal menurut keterangan WK bahwa setelah melakukan penganiayan tersebutk Korban ditinggalkan begitu saja. Sampai saat ini pihak kepolisian terus melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap kasus tersebut, imbuhnya, dan beberapa saksi juga telah diambil keterangannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pihak kepolisian bisa mengetahui dimana keberadaan korban, sehingga ketika korban sudah ditemukan, baik hidup maupun meninggal, akan lebih mudah untuk  mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. “Sampai saat ini memang kita mencurigai beberapa orang dan kami sudah periksa saksi-saksi berkaitan dengan kasus tersebut, yang menjadi kendala, sampai saat ini kita belum bisa menemukan korban itu sendiri,” ungkapnya. Oleh karena itu, Kapolres Situmeang menghimbau, kepada seluruh keluarga korban dan juga warga masyarakat Nabire, yang mempunyai informasi keberadaan korban, agar bisa menginformasikan kepada pihak kepolisian, untuk segera ditindaklanjuti. Dan secara khusus kepada keluarga korban, Kapolres Nabire meminta dukungannya, agar kasus tersebut bisa cepat terungkap dan kepada pihak keluarga korban, agar tidak perlu melakukan hal-hal yang bersifat anarkis, dan serahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. “Mari kita sama-sama jaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nabire, dan kepada pihak keluarga saya mohon untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum, karena sampai hari ini kita belum bisa menemukan dimana jasad korban ini, kalau memang dia sudah meninggal, tetapi kalau dia masih hidup atau diselamatkan orang bagaimana?, jadi kita jangan cepat mengambil kesimpulan, serahkan dan percayakan semua kepada pihak kepolisian untuk mengungkapnya,” pungkasnya. (cad/modes)