NABIRE – Terhitung sejak Senin (6/4), pelayanan rawat jalan (poliklinik) di BLUD RSUD Nabire untuk sementara ditutup. Penutupan pelayanan pada poliklinik ini disebabkan karena keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar pelayanan dalam masa tanggap darurat Covid-19. Terkait penutupan sementara poliklinik di RSUD Nabire ini juga sudah disampaikan Plt. Direktur RSUD Nabire, Stefen Mareku, S.Kep kepada Bupati Nabire. Dalam surat itu juga disebutkan, penutupan poliklinik akan dilakukan hingga tersedianya APD sesuai standar. Pihak RSUD Nabire, akan melayani kasus-kasus yang sifatnya gawat darurat (emergency) di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara untuk pasien-pasien yang tidak gawat darurat akan diarahkan untuk berobat di masing-masing Puskesmas. Saat dihubungi media ini beberapa hari lalu, penutupan sementara poliklinik di RSUD Nabire ini, sebagai tindakan antisipasi karena APD untuk karyawan RSUD baik dokter, perawat dan yang lainnya, belum memadai. “Tetapi pasien rujukan kami terima di IGD, pasien rawat jalan pun mungkin kami lewat Posko tanggap darurat di rumah sakit. Sedangkan yang sakit ringan bisa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yakni Puskesmas,” ujarnya. (ros)