Polda Papua Tengah Rangkul Tokoh Masyarakat Moni di Nabire Pasca-Insiden Intan Jaya
Memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah gencar melaksanakan komunikasi penggalangan ke wilayah akar rumput.

NABIRE – Guna memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah gencar melaksanakan komunikasi penggalangan ke wilayah akar rumput. Upaya preventif ini dilakukan oleh jajaran Direktorat Intelkam Polda Papua Tengah yang diwakili oleh PS Panit 2 Subdit 1, IPDA John F. Saukoly, S.T., M.M., dengan mendatangi Kepala Kampung Gerbang Sadu sekaligus tokoh masyarakat Suku Moni di Nabire, Yusak Ugipa.
Langkah dialogis ini diambil guna merespons dinamika sosial serta gejolak yang timbul pasca-meninggalnya seorang ibu hamil akibat tertembak di Intan Jaya. Peristiwa duka tersebut memicu keprihatinan mendalam hingga timbul dorongan reaksi dan dinamika emosional di tengah warga masyarakat Intan Jaya yang menetap di wilayah Nabire.
Dalam pertemuan penuh kekeluargaan itu, IPDA John F. Saukoly menyampaikan ajakan langsung dari pimpinan Polda Papua Tengah agar seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh dan sesepuh, dapat bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang.
"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga dari Intan Jaya yang ada di Nabire, untuk mempercayakan penanganan masalah ini kepada aparat penegak hukum. Peran tokoh masyarakat seperti Bapak Yusak Ugipa sangat krusial sebagai cooling system untuk menenangkan warga agar stabilitas kamtibmas di Nabire tetap terjaga aman dan kondusif," tegas IPDA John F. Saukoly.
Menanggapi kunjungan serta pendekatan persuasif jajaran Ditintelkam Polda Papua Tengah, Kepala Kampung Gerbang Sadu, Yusak Ugipa, mengapresiasi keaktifan pihak kepolisian yang mau turun merangkul tokoh-tokoh masyarakat secara langsung.
Yusak menyatakan komitmennya untuk membantu meredam potensi gejolak di tingkat warga Moni di Nabire. Ia berjanji akan terus mengedukasi warga agar menyikapi peristiwa penembakan tersebut secara bijak, mengutamakan jalur dialog, dan tidak melakukan aksi-aksi impulsif yang dapat merugikan ketertiban umum.
Komunikasi penggalangan ini diharapkan menjadi jembatan silaturahmi yang kokoh antara kepolisian dan para tokoh adat maupun kemasyarakatan di Papua Tengah, sehingga potensi konflik sosial pasca-insiden di Intan Jaya dapat terdeteksi dan diredam sejak dini demi terciptanya suasana kemasyarakatan yang damai dan tenteram.
Video berikut relevan karena menampilkan dokumentasi kegiatan penanganan serta koordinasi keamanan yang melibatkan pihak Kepolisian, Kepala Kampung Gerbang Sadu Yusak Ugipa, dan para tokoh Suku Moni di wilayah Nabire. (ist)
Bagikan artikel ini



