NABIRE - Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah dari Pokja Perempuan, Mirna Hanebora, pada Kamis (8/08/24) menghadiri rapat enam suku yang dilaksanakan di rumah adat Suku Yeresiam, bertempat di Kalibobo Nabire.


Mirna Hanebora mengatakan, selaku anggota MRP PPT dari Pokja perempuan sangat menyesali atas kejadian di Kampung Waroki beberapa waktu lalu, yang sampai saat ini belum selesai.


"Dan yang terjadi baru lagi saudara kami yang tidak tau masalah menjadi korban atas brutalnya masyarakat yang membakar rumah adik saya dan juga para kaum perempuan yang berada di kampung Waroki," katanya.


Adapun tambahan yang dikatakan Ibu RT 1 Kampung Waroki, Paulina Imbiri kepada Papuapos Nabire. "Saya selaku ibu RT memohon kepada Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar bisa melihat kami yang masih diserang oleh oknum di Kampung Waroki," ujarnya.


"Kami mau kasih sekolah anak susah, karena dijaga dan juga kami mau cari makan tidak bisa, karena kami kayak diteror," tambahnya.


Untuk itu, harapan masyarakat Waroki kepada pemerintah dan pihak kepolisian dalam hal ini, Polres Nabire agar bisa cepat menyelesaikan masalah tersebut dan ke depan harus membuat Pos Polisi di Kampung Waroki, sehingga masyarakat bisa aman kalau ada masalah terjadi.(rob)